Friday, 20 September 2019

PNS DKI Akhir Maret Pasti Dapat Tunjangan Kinerja Daerah

Kamis, 26 Maret 2015 — 19:04 WIB

GAMBIR (Pos Kota) – Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) bagi PNS DKI Jakarta  dipastikan cair akhir bulan ini, namun jumlahnya sedikit menyusut dari Rp 9 ribu menjadi Rp 8 ribu/poin.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan TKD Dinamis tetap ada. “Tunjangan yang berlaku mulai Januari 2015 dibayarkan akhir bulan ini,” kata Herru di Balaikota, Gambir, Kamis (26/3).

Pada penghitungan TKD Dinamis, setiap pekerjaan yang diselesaikan dihargai sebesar sesuai satuannya, yakni Rp8.000. Jumlah ini berlaku sama dari level pejabat di tingkat tertinggi eselon I yakni sampai dengan staf biasa.

Menurutnya, jumlah TKD Dinamis yang bisa dikumpulkan PNS setiap bulannya adalah berdasarkan volume pekerjaan yang terselesaikan dikalikan besaran satuan. Semua poin, baik untuk pejabat eselon IV maupun eselon II sama, tetap satuannya Rp 8.000. “Namun, jumlah poin yang membedakaan antar-jabatan. Makin tinggi jabatannya, poinnya makin banyak,” tambah mantan Walikota Jakarta Utara.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta mulai tahun ini menerapkan tunjangan kinerja daerah (TKD) yang dibagi atas TKD Dinamis dan TKD Statis bagi para PNS, tanpa terkecuali.

TKD Statis yang sudah bertahun-tahun lalu diterapkan, adalah tunjangan yang dihitung berdasarkan tingkat kehadirannya. Sementara TKD Dinamis dihitung berdasarkan hasil kerja PNS selama satu bulan. Pelaksanaan TKD Dinamis sempat terganjal lantaran proses pembahasan APBD 2015 yang berakhir kisruh antara Gubernur Ahok dan DPRD DKI.

Meski anggaran DKI akhirnya menggunakan pagu APBD 2014, namun ternyata masih bisa merealisasi TKD Dinamis.  “Kami melakukan penyesuaian antara APBD tahun lalu untuk dijadikan patokan APBD sekarang. Belanja pegawai sendiri terdiri dari gaji dan tunjangan dengan nilai total masih sama seperti sebelumnya yakni Rp 19 triliun dan ini masih bisa diterima Kemendagri karena volumenya masih di bawah 30 persen dari total APBD sebesar Rp 72,9 triliun.

Sejumlah PNS mengaku masih banyak bingung soal TKD Dinamis karena kurang sosialisasi dan jumlahnya simpang-siur. “Jangan TKD Dinamis, untuk TKD Statis yang sudah rutin kami terima selama beberapa tahun terakhir, kali ini jumlahnya ternyata mungkret alias mengecil,” ujar Hadi, seorang PNS. Daripada menunggu sosialisasi yang tak kunjung disampaikan oleh atasan, lebih baik para PNS menunggu pelaksanaan trasnfer ke rekening masing-masing. “Dari tranfer itu, langsung ketahuan jumlahnya,” tambahnya. (Joko)

  • gendis anindya

    berita nya aja dah mbikin senang. apalagi kalo kenyataan. kata tmen2. dwi, joe, dkk (514)

  • budi.s

    ini sudah masuk bln april tp mana kenyataan nya kebutuhan datang bertubi2 penghasilan nol besar.