Tuesday, 20 November 2018

Oh Ibu Tiri, Mengapa Dikau Kejam?

Kamis, 2 April 2015 — 5:43 WIB
DK April 2

BELAKANGAN  status ibu tiri naik daun. Bukan karena prestasinya menjadi ibu rumah tangga yang baik, tapi sebaliknya, sangat buruk. Yakni melakukan tindak kekerasan terhadap anak.

Jauh sebelum kasus penganiayaan anak, yang diinjak, dipukul dan disetrika, ada juga KDRT yang dilakukan seorang bapak terhadap anak gadis tirinya, sampai tewas, di Jawa Timur. Kasus yang sama juga terjadi di daerah-daerah lain, seperti Sumatera.

Soal penganiayaan terhadap anak tiri, ternyata dilakukan bukan oleh ibu tiri saja, tapi juga oleh bapak tiri. Nah, tapi mengapa ‘ibu tiri’ lebih ngetop? Ya, memang begitulah adanya, bahwa sejak dulu kala, ibu tiri menjadi menarik sebagai obyek berita atau cerita dari pada bapak tiri. Lagu melayu ‘ratapan anak tiri’, misalnya?  Itu juga cerita soal ibu tiri yang kejam!

Apa masih ada ibu tiri yang baik? O,banyak. Ibu tiri yang sangat sayang pada anak bawaan suami. Apalagi, ini misal, anak sang suami sudah perjaka, sementara ibu tiri masih belia dan cantik?  Lalu mereka saling sayang. Nah, kalau ada yang begitu, bukan ibu tiri yang KDRT tapi sang bapak kandung yang sewot! Ada yang begitu?

Sebenarnya, yang namanya ibu, siapapun, termasuk ibu tiri, seyogyanya  memberi kasih sayang pada anak anak yang tidak berdaya, tak mampu membela diri. Jangan sampai ada ungkapan baru, ‘sekejam-kejamnya ibukota, lebih kejam ibu tiri!   Oh ibu tiri, mengapa dikau kejam?!   massoes