Tuesday, 18 September 2018

Karyawan Tak Ikut BPJS Ketenagakerjaan, 87 Perusahaan Dipanggil Kejari Jakut

Sabtu, 4 April 2015 — 16:06 WIB
Suasana pemanggilan perusahaan pelanggar BPJS Ketenagakerjaan oleh Kejari Jakut

Suasana pemanggilan perusahaan pelanggar BPJS Ketenagakerjaan oleh Kejari Jakut

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 87 perusahaan dipanggil dan ditindak oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara karena tidak mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor BPJS ketenagakerjaan Cabang Tanjung Priok M.Yamin mengatakan, pemanggilan tersebut sebagai tindak lanjut dari peringatan yang diberikan Kejari Jakarta Utara kepada perusahaan pelanggar.

“Puluhan  perusahaan wajib belum daftar (PWBD) BPJS Ketenagakerjaan tersebut sebelumnya sudah mendapat peringatan ke satu dan ke dua oleh Kejari Jakarta Utara,” jelas Yamin, Sabtu (4/4).

Kejari Utara, lanjutnya sudah mendapat surat  kuasa khusus  kepada Kacab Tanjung Priok untuk memanggil dan memproses perusahaan yang membandel tersebut pada Kamis (2/4), karena
hukum bersifat memaksa.

“Tindakan ini  sebagai  bentuk keadilan terhadap seluruh tenaga kerja di Indonesia terutama wilayah Jakarta Utara. BPJS Ketenagakerjaan sudah bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri  Jakarta Utara untuk menindaklanjuti perusahaan yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk pelaksanaan dari UU No. 24 Tahun 2011,” jelasnya.

Perwakilan puluhan perusahaan pelanggar tersebut, Kamis lalu bertemu langsung  dengan Sekretaris Tata usaha dan Negara Jakarta Utara Dwi Astuti Beniyati.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap tenaga kerja sekaligus perlindungan di masa sekarang maupun di hari tua” ujar M. Yamin

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan perusahaan dapat turut serta untuk mendaftarkan tenaga kerjanya sehingga perlindungan sosial bagi seluruh rakyat indonesia dapat terwujud, terutama tenaga kerja dan sebagai bentuk pelaksanaan PP 86 tahun 2013.(Tri)