Monday, 22 July 2019

Ahok Hentikan Program Puskemas Jadi Rumah Sakit Tipe D

Minggu, 5 April 2015 — 7:15 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) menghentikan program peningkatan puskesmas jadi RSUD tipe D. Dari rencana 43 Puskesmas baru 15 yang dijadikan RsUD tipe D.

Ahok  memandang pengembangan puskesmas menjadi rumah sakit tidak cocok dilakukan. Oleh karena itu, ke depannya, Pemprov DKI akan membeli tanah sebanyak-banyaknya untuk membangun rumah sakit.

“Kami mau beli tanah saja karena kelihatannya puskesmas tidak cocok. Ada beberapa puskesmas yang tidak cocok dikembangkan menjadi RS tipe D,” kata Ahok, kemarin.

Kendati demikian, ide pengembangan puskesmas kecamatan menjadi RS tipe D ialah untuk menghemat biaya warga kurang mampu dapat dipahami.

Ahok menginginkan, ada rumah sakit yang terjangkau dari sisi lokasi dengan warga setempat. Warga tidak perlu lagi mengeluarkan banyak uang untuk transportasi saat mengantarkan makanan untuk anggota keluarganya yang dirawat di rumah sakit itu.

“Kalau orang yang ekonominya pas-pasan, ada yang sakit nungguinnya kan enggak tahan kalau di luar kecamatan dia. Kalau rumah sakitnya masih satu kecamatan, dia bisa bawa sangu atau  makanan dari rumah langsung ke rumah sakit tanpa uang transport dibandingkan dengan opname di luar wilayah dia,” katanya.

RS tipe D merupakan RS yang bersifat transisi yang hanya memberikan layanan kesehatan umum dan gigi. RS tipe ini juga melayani rujukan dari puskesmas.

Rumah sakit tipe D yang dioperasikan adalah RS di Cempaka Putih, Sawah Besar, Johar Baru, Kemayoran (Jakarta Pusat), Koja, Cilincing, Pademangan (Jakarta Utara), Kembangan, Kalideres (Jakarta Barat), Jagakarsa, Tebet, Mampang Prapatan, Pesanggrahan (Jakarta Selatan), Kramat Jati, dan Ciracas (Jakarta Timur).

Mantan Bupati Belitung itu  menjanjikan, pembelian tanah dan pembangunan rumah sakit baru dapat dilakukan tahun 2016 mendatang. “Minimal tahun 2016 RS sudah mulai dibangun. Enggak masalah soal anggarannya, yang penting niatnya ada,” katanya.

Pemprov DKI menganggarkan Rp 20 miliar-Rp 25 miliar untuk menambah ruang inap, fasilitas, dan alat medis di 15 rumah sakit baru tersebut tahun ini. Selain itu, Pemprov DKI juga menyasar lahan untuk membangun 29 rumah sakit tipe D pada 2016.(John)

  • aldi

    Itu foto Walkot Bogor, Bima Arya