Sunday, 15 September 2019

Ketua APLI: Tidak Dilayani Kapal Asing Bersihkan Limbah B3 Bisa Merusak Citra

Senin, 6 April 2015 — 10:16 WIB
Foto-Ilustrasi.

Foto-Ilustrasi.

JAKARTA (Pos Kota) – Tidak.dilayaninya permintaan pembuangan limbah B3 sisa hasil pembakaran terhadap tiga kapal asing oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok di reception facilities (RF) atau alat menampung lmbah minyak Kotor dari Kapal pada tanggal 13 dan 31 Maret lalu dapat menimbulkan citra buruk negara Indonesia di mata dunia international.

Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Pengelolaan Limbah B3 Indonesia (APLI) P Simbolon, Minggu. “Pelindo II selaku mandatorial berkewajiban memberikan pelayanan penampungan limbah sesuai amanat Undang-undang. Dasarnya apa kalau PT Pelabuhan Indonesia menolak menampung Pembuangan Limbah B3 Sisa pembakaran Kapal,” terang Simbolon.

Ditegaskan Sombolon, berdasarkan ketentuan internasional IMO, setiap operator pelabuhan mewajibkan untuk menyediakan atau menampung Pembuangan Limbah B3 bekas pembakaran di kapal diseluruh pelabuhan di dunia guna menghindari kapal membuang di tengah laut dan berakibat pencemaran di laut.

Ketua APLI juga menjelskan bahwa belum lama hasik audit organisasi internasional IMO bahwa pelayanan di pelabuhan Tanjung Priok cukup bagus. “Waktu itu saya turut mendampingi pihak Pelindo,” ujar Simbolon.

Dia tidak tau apakah penolakan pembuangan Limbah B3 dilakukam oleh manajemen Pelabuhan Tanjung Priok atau oknum nakhoda Saja. Oleh karenannya APLI akan mengirimkan surat ke PT Pelabuhan Tanjung Priok, Menteri Perhubungan serta Meneg BUMN.

Sementara itu Direktur PT Ana Jaya Sandy Setiawan selaku pelaksana pengepul pembuangan limbah B3 ketiga kapal teraebut membenarkan perusahaanya langsung mengurus permintaan ketiga kapal tersebut dan mengajukan permohonan ke Syahbandar dan Pelindo Tanjung Priok.

Namun tanpa alasan yang jelas hingga ketiga kapal tersebut meninggalkan Pelabuhan Tanjung Priok pihak Pelindo tidak memberikan pelayanan maupun memberitahukan alasan tidak dilayaninya pembersihan limbah B3 kapal tersebut. “Kalau begini kami bisa dianggap tidak becus dan merusak nama baik kami,” katanya.

PELINDO MEMBANTAH

Kepala Humas PT Pelabuhan Tanjung Priok Sofyan Gumelar membantah pihaknya menolak permintaan ketiga kapal.asing tersebut. “Nggak benar kami menolak cuma waktu permintaannya sangat mepet sehingga belum sempat dilayani kapal tersebut sudah meninggalkan Pelabuhan Tanjung Priok kembali,” ujarnya.

Diakui Sofyan persiapan tongkang saat itu kurang, sebab dari dua tug boat dan tiga tongkang yang dimiliki PT Pelabuhan Tanjung Priok hanya 1 tug boat dan 2 tongkang yg operasi, sisanya dalam perbaikan atau docking. Sedangkan dalam waktu bersamaan ada beberapa kapal mengajukan permintaan yang sama.

Tiga kapal asing yang ingin membuang limbah B3 sisa pembakaran kapal atau disebut Sludge Oil yang tidak dilayani PT Pelabuhan Tanjung Priok yakni MV Thana Bitum yang Pelayarannya diageni PT Evergreen, MV Gebrly Epress diageni Pelayaran Serasi ketiganya masuk Priok pãda Tanggal 13 Mei 2015 Dan MV Fesco Voyager diageni PT Pelayaran CMA pada tanggal 31/4.
(dwi/sir)