Monday, 12 November 2018

Lima Tahun di Malaysia, Janda Asal Sukabumi Buta

Senin, 6 April 2015 — 18:59 WIB
Wawat Rahmati, buta setelah bekerja di Malaysia selama lima tahun.

Wawat Rahmati, buta setelah bekerja di Malaysia selama lima tahun.

SUKABUMI (Pos Kota) – Nasib pilu menimpa tenaga kerja wanita (TKW) Sukabumi seakan tak pernah rampung. Wawat Rahmati, 42, asal Kampung Babakan Garung RT 05/06 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi ini buta setelah mengais rezeki selama lima tahun di Malaysia. Penyebab kebutaan janda beranak dua ini belum diketahui pasti. Kini Wawat hanya bisa pasrah dan berharap matanya bisa sembuh kembali.

Pada akhir 2009 lalu, Wawat berangkat ke Jakarta dengan tujuan menjadi TKI dengan harapan membantu ekonomi keluarga. Setibanya di Jakarta, Wawat  bertemu agen tenaga kerja bernama Toni yang menjanjikan akan mempekerjakan Wawat di Brunei Darussalam. Kenyataannya, Wawat oleh Toni dibawa ke Batam dan akhirnya  terdampar di Malaysia. Wawat  bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kota Johor. Di sana, Wawat hanya bisa bertahan 2, 5 bulan dan kembali ke agennya. Namun karena merasa diperdagangkan, Wawat akhirnya kabur.

“Saya pun tak dapat gaji. Padahal awalnya perbulan saya akan digaji Rp1, 5 juta atau 500 Ringgit. Saya pun kabur dan mencari pekerjaan lain,” cerita Wawat saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Senin (6/4).

Dalam pelariannya, Wawat sempat bekerja sebagai pelayan di kedai dan  pekerjaan lainnya. Wawat juga sempat menjadi kuli bangunan dengan gaji sekitar 38 Ringgit Malaysia selama setahun. Dia lalu kembali berpindah tempat tinggal dan akhirnya ngekost di rumahnya Fatimah asal Pasuruan, Jawa Timur.

Lalu, awal 2015, Wawat mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di kantin Sekolah Kebangsaan Rendah atau setingkat sekolah dasar di Taman Segar, Kuala Lumpur. Baru bekerja selama tiga bulan bekerja, Wawat sakit mata. Wawat kemudian berobat  ke dokter yang kemudian diberi obat tetes mata dan penilisin. Tapi setelah tiga hari diobati, matanya mulai tak bisa melihat. Wawat tiba di rumahnya pada Minggu, 29 Maret lalu.

“Selama sakit saya dirawat Bu Fatimah dan teman-teman lainnya. Hingga teman saya bertemu dengan orang dari Migrant Care. Saya dibawa ke KBRI di Kuala Lumpur dan dipulangkan ke Sukabumi,” ujarnya.

Kini, Wawat berharap matanya bisa kembali pulih agar bisa bekerja. Tujuannya tentu untuk membantu ekonomi keluarga. “Saya ingin sembuh dan bisa bekerja untuk membiayai sekolah anak yang masih kecil,” harapnya. (sule)