Friday, 23 August 2019

Diduga Bunuh Pria Kulit Hitam, Polisi AS ditahan

Rabu, 8 April 2015 — 14:31 WIB
Michael Slager diduga menghentikan mobil Scott karena lampu belakang mobil Scott yang rusak

Michael Slager diduga menghentikan mobil Scott karena lampu belakang mobil Scott yang rusak

SOUTH CAROLINA- Seorang polisi dari Negara Bagian South Carolina, Amerika Serikat, didakwa karena membunuh seorang pria kulit hitam yang diduga melarikan diri dari polisi tersebut.

Penyelidik menangkap polisi North Charleston, Michael Slager, pada Selasa (08/04) waktu setempat setelah melihat video rekaman penembakan yang dilakoninya.

Pihak berwenang mengatakan korban, Walter Scott Lamer, ditembak setelah polisi memukulnya dengan pistol. Slager ialah polisi tersebut.

Departemen Kehakiman AS dilaporkan akan memulai penyelidikan.

“Ketika Anda salah, Anda salah,” kata Wali Kota North Charleston, Keith Summey, yang mengumumkan penangkapan Slager.

“Ketika Anda membuat keputusan yang buruk, tidak peduli jika Anda berada di belakang perisai atau warga di jalan, Anda harus hidup dengan keputusan tersebut.”
Adu argumentasi

Insiden pada Sabtu (04/04) itu terjadi setelah mobil Lamer dihentikan oleh Slager karena lampu belakangnya rusak, ungkap media lokal.

Dalam video insiden yang diterbitkan harian New York Times, keduanya sempat terlibat adu argumentasi sebelum Lamer mulai melarikan diri. Video kemudian menunjukkan Slager menembakkan beberapa tembakan ke arah Lamer hingga dia tersungkur.

Beberapa koran North Charleston melaporkan bahwa Scott telah ditangkap sekitar 10 kali, sebagian besar karena gagal membayar tunjangan anak atau karena tidak muncul di sidang pengadilan.

Kakak Lamer, Anthony, mengatakan ia percaya saudaranya melarikan diri dari Slager karena ia berutang tunjangan anak.

Penembakan terjadi saat penembakan yang dilakukan polisi disoroti secara intensif, khususnya yang melibatkan polisi kulit putih dan tersangka kulit hitam tak bersenjata.

Pada Agustus 2014 sebuah dewan juri menolak untuk mendakwa polisi Ferguson Darren Wilson atas penembakan Michael Brown yang menyebabkan protes di berbagai penjuru Amerika Serikat.(BBC)