Saturday, 25 November 2017

Pejabat Pemkot Bekasi Dijebloskan ke Penjara

Rabu, 8 April 2015 — 21:25 WIB

BEKASI (Pos Kota)-Mantan Kepala Bidang Tata Air, pada Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, dijebloskan ke LP Bulakkaapal, Bekasi Timur, Selasa malam. Yusrizal, yang kini pejabat di Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bekasi, dieksekusi Kejaksaan Negeri Bekasi di rumahnya Perumahan Sakuran Jatiasih.

Eksekusi itu sendiri  berdasarkan putusan Mahkamah Agung terkait perkara korupsi pengadaan pompa air pada Tahun 2010.

Yusrizal pernah menjabat Kabid Tata Air Dinas Bina Marga Kota Bekasi,  tahun 2010. Kasus tersebut pernah masuk ke Pengadilan Negeri Kota Bekasi, namun ketuk palu hakim membebaskan Yusrizal pada tahun 2010.

“Atas putusan bebas itu, kami melakukan kasasi ke MA pada 30 Juli 2013,” ujar Kasi Intel Kejari Kota Bekasi, Ade Hermawan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/4).

Kala itu Pemkot Bekasi melakukan pengadaan pompa air senilai Rp 7,5 miliar. Yusrizal pun diduga menyelewangkan sebagian anggaran, alhasil negara dirugikan sebesar Rp 750 juta.

“Penangkapan tersangka sesuai putusan Mahkamah Agung. Jadi, kami menangkap tersangka untuk melaksanakan putusan MA,” papar Ade.

Yusirzal ditangkap saat berada di rumahnya di Perumahan Sakura Bekasi. Saat ditangkap korban tidak melakukan perlawanan.

“Sudah kita amankan, dan tersangkapun tidak melakukan perlawanan, dan langsung dijebloskan ke Lapas Bulak Kapal,” tuturnya.

Dalam putusan itu, tersangka pengadaan pompa air dijerat pasal 2 ayat 1 UUD Pidana Korupsi dengan tuntutan hukuman 4 tahun penjara denda Rp200 juta dan subsider 6 bulan. (Saban)