Wednesday, 21 November 2018

Kecolongan di Tanah Abang

Kamis, 9 April 2015 — 6:18 WIB

BOM menggelegar siang bolong di Pospol Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin. Wakapolri Komjen Badrodin Haiti menganalisa pelaku menggunakan peledak banting karena tidak ditemukan detonator.

Empat orang terluka dan mendapat parawatan khusus di RS Pelni dan RS Polri Kramatjati. Triplek bangunan di sekitar lokasi ledakan juga hancur.

Aparat yang berwajib mengerahkan tim untuk mencari jawaban lebih tentang apa, siapa, mengapa dan bagaimana sesungguhnya di balik peristiwa tersebut.

Menyikapi kejadian ini, kita sebaiknya tidak takut berlebihan. Percayakan kepada jajaran kepelosian berikut Densus 88-nya yang teruji hebat dalam menangani berbagai kasus bom di tanah air.

Walau demikian, menjadi kewajiban bersama untuk waspada. Jangan sampai terulang. Tidak menutup kemungkinan bom di Tanah Abang  bagian dari skenario besar ekstrimis untuk meraih tujuan mereka.

Berkali-kali usaha mereka mewujudkan ambisi berhasil ditekuk aparat kepolisian. Menurut hemat kita, ini bagian penting yang harus pula diwaspadai. Opini umum mengakui bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

Jika kita lengah serupa dengan membuka peluang lebih lebar bagi teroris bangkit dari balik selimut persembunyian. Berlajar dari kegagalan ke gagalan berikut, maka gerakan mereka bisa tambah cerdas.

Sebaliknya, pengeboman yang berulang-ulang agar kita jadikan sebagai bentuk kecolongan. Gagal dalam mencegah, menindak dan menanggulangi. Ke depan kita juga tak mau kalah cerdas menghadapi kebiadaban mereka.

Beranjak dari argumen tersebut makin tiada guna rasa takut  berlebihan itu. Kompak bersama pengurus RT/RW menjaga lingkungan tempat kita bermukim, justru paling dibutuhkan untuk menumpas keberadaannya.

Pengalaman membuktikan, teroris atau ekstrimis merancang segala sesuatu sebelum beraksi dari dalam hunian di sekitar perkampungan tempat kita bermukim. Pencegahan tahap awal yaitu menerapkan wajib lapor bagi semua pendatang baru kepada pengurus RT/RW setempat. Kalau aktivitas  yang bersangkutan mencurigakan, segera diinformasikan kepada polisi.

Ledakan bom di Tanah Abang lebih pas untuk disetarakan dengan kecolongan. Sambil menunggu sukses polisi mencari, menemukan dan menindak pelaku, sekali lagi kita harus tingkatkan kewaspadaan.***