Friday, 23 August 2019

Kemendagri Setujui, APBD DKI Rp.69,28 Triliun

Jumat, 10 April 2015 — 19:47 WIB
Foto- Ahok, Gubernur DKI, (kiri)

Foto- Ahok, Gubernur DKI, (kiri)

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah melakukan evaluasi terhadap  Pergub APBD DKI 2015, akhirnya  Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menyetujui total nilai APBD DKI 2015 sebesar Rp 69,28 triliun. Angka tersebut berdasarkan pagu  APBD Perubahan DKI 2014 sebesar Rp 63,65 triliun ditambah  penyertaan modal pemerintah (PMP) dua BUMD DKI sebesar RP 5,63 triliun.

Dirjen Keuangan Daerah Kemdagri, Reydonnyzar Moenek mengatakan meski pada Pergub APBD DKI 2015, Pemprov DKI mengajukan anggaran belanja daerah sebesar Rp 67,26 triliun serta pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 5,63 triliun, sehingga total APBD DKI 2015 menjadi Rp 72,9 triliun, sama dengan nilai APBD Perubahan DKI 2014, tetapi Kemdagri tidak dapat menyetujuinya.

“Karena anggaran belanja daerah dalam APBD Perubahan DKI 2014 hanya sebesar Rp 63,65 triliun. Maka struktur APBD DKI 2015 yang disetujui Kemdagri adalah, anggaran belanja daerah tetap sama dengan pagu anggaran daerah APBD Perubahan DKI 2014 ditambah dengan pengeluaran pembiayaan Rp 5,63 triliun,” tambah Donny di Jakarta, Jumat (10/3).

Pengeluaran pembiayaan sebesar itu dialokasikan untuk PMP MRT sebesar Rp 4,6 triliun dan PT Transportasi Jakarta sebesar Rp 1 triliun. “Jadi pemahaman pagu harus diartikan sebagai belanja daerah ditambah pengeluaran pembiayaan. Maka dapat diterima belanja daerah Rp 63,65 ditambah anggaran pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 5,63 triliun. Jadi total nilai APBD DKI 2015 sebesar Rp 69,28 triliun. Kenapa ini bisa terjadi, karena memang implikasi penggunaan pergub. Tidak sama pergub dengan perda,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Ahok mengaku anggaran tersebut sudah cukup bagus untuk membangun Jakarta selama setahun. “Yang penting anggaran itu harus digunakan sebagaimana mestinya. Jangan dicuri, sebab akan merugikan masyarakat luas, terutama rakyat kecil yang paling merasakan dampak dari korupsi,” ujar Ahok yang sebelumnya sempat mengkritik Kemdagri karena menyetujui anggaran belanja tidak sesuai harapan dengan pagu APBD 2014 sebesar Rp. 72,9 triliun.

Menurutnya anggaran tersebut sudah dapat digunakan sepenuhnya mulai 20 April. (Joko/d)

foto : Gubernur DKI jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan Dirjen Keuangan, Reydonnyzar Moenek  – dok.