Saturday, 20 October 2018

Buruh Bangunan di Depok Cabuli Sembilan Bocah Perempuan

Sabtu, 11 April 2015 — 8:16 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

DEPOK (Pos Kota) – Mencabuli sembilan anak di bawah umur, warga serahkan buruh bangunan kepada petugas reskrim unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polresta Depok.

Peristiwa ini terungkap, setelah bocah perempuan berusia empat tahun jadi korbannya sewaktu dimandikan orangtuanya, mengaku  kelaminnya  dipegang-pegang oleh tersangka. Tentu saja orangtua korban yang juga seorang dosen universitas swasta di Depok itu kaget bukan kepalang.

Ternyata tidak hanya anak si dosen yang diperlakukan tak senonoh oleh buruh bangunan tersebut. Tak lama kemudian, beberapa anak mengaku hal yang sama. Tak pelak lagi warga Harjamukti, Kecamatan. Cimanggis, Depok geger.

Data terakhir ada sembilan anak perempuan di bawah umur yang menjadi korban. Warga lalu membekuk tersangka dan diserahkan ke Polresta Depok.

“Warga yang geram menangkap Imron,32, di kediamannya dan langsung beramai-ramai menyerahkan pelaku ke petugas Polresta Depok,”ujar Rahmawati keluarga korban kepada Pos Kota sewaktu membuat laporan di SPKT Polresta Depok, Sabtu (11/4).

“Semua korbannya masih satu lingkungan dengan pelaku. Modusnya pelaku mengajak setiap korbannya ke rumah kontrakan dengan menunjukan foto-foto lucu,  lalu akhirnya nonton video porno melalui telepon genggamnya. Setelah itu  pelaku juga memberi  uang pulsa. Pelaku juga sempat mengancam untuk tidak memberitahukan peristiwa ini ke orang lain,”ungkap wanita berjilbab ini sambil menyebutkan pelaku yang sudah beristri mempunyai satu anak tiri  berusia sekitar 7 tahun .

Orang tua korban berharap, tersangja dihukum denngan setimpal. “Anak-anak menjadi ketakutan dan orangtua was-was setelah kejadian ini. Setidaknya pelaku ditahan akan ada rasa aman khususnya bagi anak-anak dibawah umur untuk tidak terulang kejadian yang sama kembali,”demikian.

Menanggapi kasus tersebut, Kanit PPA Polresta Depok, Iptu Elly mengatakan pelaku sudah diamankan. “Para korbannya masih satu lingkungan tempat sekitar tempat tinggal pelaku. Sementara kasusnya masih kita dalami,”ujarnya kepada Pos Kota.

Menurut Elly,  korbannya sekarang sedang dilakukan visum di RS. Polri Kramat Jati. “Sebagai alat bukti, kita memeriksa para korban ke RS. Polri. Dengan ini pelaku dapat terancam UU Perlindungan anak pasal 81 tentang pencabulan,”jar Elly. (Angga)

Teks Foto: Keluarga korban membawa anaknya yang telah menjadi korban pencabulan membuat laporan di Polresta Depok. (Angga)

  • adam bahtiar

    Pencabulan selalu berulang, pelaku hanya di hukum ringan, coba deh uu di revisi, hukum mati saja, potong tipisnya, sangsi di ktp ok, orang komunis, pelaku buruh pasti otaknya gobloook,dungu, tolol, otakdongo binatang pantas di musnahkan di muka bymi,indonesia ngga rugi kehilangan buruh goblok ini, ini salah satumengurangi jumlah penduduk yang goblok

  • aboy

    kebiri aja orang kaya gitu mah biar sengsara seumur hidup.

  • Aang Kusuma

    Ketika orang bekerja sebagai tukang banguan atau kenek ada yang membawa maka untuk kontrol mandornya juga harus bisa mengawasi anak buahnya..