Monday, 19 November 2018

Ibu Kena Rayuan Gombal, Anak yang Jadi Tumbal

Senin, 13 April 2015 — 6:43 WIB
Dia April 13

JANDA sudah punya anak, jika kawin lagi mestinya memperhatikan “hak suara” anak. Jika tidak, ya seperti nasib Ny. Rohmi dari Darmasraya (Sumbar). Anak yang tak bisa menerima ayah tiri, akhirnya malah dihajar sampai tewas oleh Rusman, 40, suami baru Rohmi. “Dia selalu ganggu kami,” kata Rusman pada polisi.

Banyak janda muda yang memilih bertahan pada statusnya, karena pertimbangan demi kebahagiaan anak. Sebab kebanyakan anak akan menolak kehadiran ayah atau ibu sambungan. Dan sang ibu juga takut bila mana dapat suami yang tak memiliki porsi kasih sayang pada anak yang besar sebagaiman ayah kandungnya. Karena kebanyakan ayah tiri hanya besar di nafsu pada istri barunya tersebut.

Rupanya Rusman juga seperti itu, mau mengawini –bukan menikahi– Rohmi juga karena tergiur oleh kemolekan sijanda muda. Soal anak itu urusan kesekian, yang penting terpuaskan dia punya syahwat. Karena targetnya hanya seks, maka bagi dia soal nikah tidak penting-penting amat, yang penting bisa sekedar mengawini alias …..kumpul kebo.

Warga Jorong Koto Agung, Kecamatan Sitiung ini tinggal di rumah kontrakan, karenanya para tetangga setempat kurang begitu tahu kondisi rumahtangga dua sejoli itu. Yang mereka lihat, pasangan itu nampak begitu mesra, ke mana saja Rusman menempel ketat pantat istrinya, mirip burung merpati sedang “giring templek”. Jika sudah di rumah, keduanya lebih banyak berada dalam kamar. Agaknya Rusman punya prinsip, “ketimbang bergaul sama setangga, lebih baik menggauli Rohmi.”

Karena Rusman terlalu “sayang” pada pasangannya, Buyung, 4, anak bawaan Rohmi nyaris kehilangan kasih sayang dari ibu, lantaran dirampas oleh Rusman. Biasanya dia bisa tidur bermanja-manja bersama emaknya, kini harus tidur sendirian di kamar lain. Sedang ibunya harus siap melayani Rusman manakala dibutuhkan.

Saat ibunya bersama Rusman di kamar, Buyung suka menangis meraung-raung, kemudian menggedor-gedor pintu kamar. Gara-gara itu, Rusman tak bisa lagi focus pada Rohmi saat bermesraan. Tadinya direncanakan sampai 10 ronde, kini dua ronde sudah selesai gara-gara diganggu oleh Buyung. Kalau tinju beneran ana partai tambahan, lha kalau “tinju” model Rohmi-Rusman, ditomboki pakai apa?

Kesabaran Rusman rupa-rupanya habis. Mendengar tangisan Buyung di kala dia sedang “ketanggungan”, amarahnya tak bisa dikendalikan lagi. Bocah balita itu dijewer, dipukul tengkuknya, kemudian diceburkan ke bak mandi. Karena masih menangis terus, langsung saja dibanting di ubin keramik KW2 (namanya juga rumah kontrakan). Plekkk, dan pingsan.

Buyung kemudian dikasih balsam, dikira masuk angin. Tapi panasnya makin tinggi dan saat dibawa ke rumahsakit, meninggal. Para tetangga pun melaporkan kekejaman Rusman sehingga polisi Polsek Sitiung bertindak. “Saya capek Pak, dia selalu mengganggu saya.” Alasan Rusman.

Kok kalah sama anak kecil, suruh beli kerupuk ke Padang, kenapa? (Gunarso TS)

  • aboy

    membina rumah tangga itu bukan cuma sekedar sex semata bro.. tapi harus siap tanggung jawab dunia akhirat.. INGET itu !!!!!!