Saturday, 22 September 2018

Jero Wacik Kembali Mangkir Dari Panggilan KPK

Senin, 13 April 2015 — 21:39 WIB
Jero Wacik

Jero Wacik

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik kembali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan alasan statusnya sebagai tersangka dalam kasus yang dituduhkan KPK masih diproses di praperadilan, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

“Jam 9 sidang pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan termohon meminta waktu ditunda satu minggu sampai 20 April. Saat bersamaan juga dipanggil KPK. Maka kami sampaikan surat JW tidak bisa hadir sebab masih mengikuti praperadilan,” kata kuasa hukum Jero, Hinca Panjaitan, saat menyarahkan konfirmasi ketidakhadiran kliennya, di gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/4).

“Kami mohon JW tidak dipanggil sebelum praperadilan selesai. Alasan hari ini cukup jelas yaitu demi hukum,” sambungnya.

Sedianya Jero dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemerasan pada sejumlah kegiatan di Kementerian ESDM terkait jabatannya periode 2011-2013. Pemanggilan ini adalah yang kedua setelah pada 9 Oktober 2014 KPK juga memeriksa Jero untuk kasus yang sama.

Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK, Johan Budi mengatakan, pihaknya akan kembali menjadwalkan ulang pemeriksaan untuk Jero. Ia pun mengimbau agar Jero mengindahkan panggilan KPK agar tidak dijemput secara paksa.

“Sebaiknya Pak JW (Jero) hadir kalau diperiksa. Jika dipanggil lagi tidak hadir tanpa keterangan maka bisa dipanggil paksa,” katanya.

KPK menjerat Jero sebagai tersangka dugaan korupsi di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan Kementerian ESDM. Saat masih menjabat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero diduga menyelewengkan anggaran hingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp7 miliar. Politisi Partai Demokrat ini pun sudah dua kali tidak menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Menteri ESDM periode 2011-2014 ini juga dijerat sebagai tersangka atas dugaan perkara penyalahgunaan wewenang dan pemerasan di Kementerian ESDM. Dia disangka melakukan pemerasan untuk dana operasional menteri senilai Rp9,9 miliar tahun anggaran 2011-2012. (yulian)