Saturday, 24 August 2019

Bangunan Liar di Atas Jalur Pipa Gas Dibongkar

Selasa, 14 April 2015 — 13:30 WIB
Kasat Pol PP Nina Suzana memimpin langsung pembongkaran bangunan liar yang dilakukan petugas Pol PP. (Angga)

Kasat Pol PP Nina Suzana memimpin langsung pembongkaran bangunan liar yang dilakukan petugas Pol PP. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Puluhan bangunan liar berdiri di atas jalur Pipa Gas, RT 01 RW 12, Kel. Pondok Cina, Kec. Beji Kota Depok, Selasa (14/4) pukul 10:00 wib, dibongkar anggota Satpol PP Kota Depok.

Kasat Pol PP Kota Depok, Nina Suzana mengatakan pihaknya mengerahkan 250 personil gabungan untuk menjaga pengamanan prosesi pembongkaran bangunan liar sepanjang jalur pipa gas.

“Ada 65 bangunan terdiri dari permanen, semi permanen, serta gubuk-gubuk tempat pembuangan sampah liar kita tertibkan. Dengan menggunakan tiga alat berat menyapu bersih bangunan yang ada,”ujarnya kepada Pos Kota memimpin pembongkaran di lokasi.

Nina mengatakan pembongkaran bangunan tidak berijin sudah dilakukan merata di Depok. Hal ini adalah bagian upaya dari pemerintah kota dalam menata kota Depok lebih bersih, indah, dan nyaman.

“Rencana bekas lokasi pembokaran akan dijadikan sebagai taman kota. Pembangunan bekerjasama dengan pihak dinas terkait dimulai dari muka Jalan Margonda hingga sampai kedalam Jalan Ketapang, Beji,”ungkapnya.

Sementara itu, Nina menambahkan selain tempat bangunan ilegal. Dilokasi ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal. “Berdasarkan informasi yang kita peroleh TPS ilegal dengan keadaan sampah sudah menggunung dari pembuangan salah satu tempat usaha swasta pemukiman. Untuk kebenarannya masih kita selidiki, segera untuk ditindak lanjuti,”ungkapnya.

“Terkait pembongkaran ini, kita sudah melayangkan surat pemberitahuan sebanyak tiga kali di bulan Maret. Unttuk sampah yang menumpuk sudah disiapkan delapan truk sampah untuk mengangkut sampah untuk dibuang ke TPS resmi.”
Sementara itu, seorang penghuni yang tempat tinggalnya digusur, Pia,37, mengatakan pihaknya tinggal bersama suami dan satu anaknya sudah tiga bulan. “Kita menyewa lahan perbulan bayar Rp.150 ribu ke penyewa bos Mulyadi,”ungkapnya.

Ibu satu anak asal Wonosobo, Jawa Tengah ini, mengaku sudah mendapatkan tempat tinggal baru untuk sementara waktu. “Mau bagaimana lagi lokasi sewa sudah digusur, sementara akan pindah di tempat yang tidak jauh dari lokasi sekitar,”paparnya selaku pemulung barang bekas ini.

(angga/M2/sir)