Tuesday, 12 December 2017

Gadis Pedagang Baju Digilir Enam Pemuda Mabuk

Rabu, 15 April 2015 — 21:59 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SURABAYA(Pos Kota)- Gadis  16 tahun yang kesehariannya menjual baju untuk membantu orang tuanya diperkosa enam pemuda yang mabok minuman keras (miras) jenis cukrik.

Setelah kasus ini dilaporkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, anggota satreskrim mengamankan dua pemuda. Sedangkan empat orang masih dikejar.

ABG yang tinggal  di Jalan Sono Indah Surabaya berjualan baju di Pasar Simo Rukun setelah putus sekolah.

Tersangka FRT ,17, dan ANL ,16 juru parkir di Simo Rukun. Mereka tinggal satu kos bersama empat tersangka lainnya, RNY, BDH, ORU, dan TDJ, di Jalan Tambak Mayor, Surabaya yang masih buron.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Aldy Sulaiman menceritakan perkosaaan bermula waktu tersangka  menggelar pesta miras jenis cukrik.

“Sebelum pesta miras dimulai, tersangkan FRT mengajak korban ke tempat tongkrongannya, tapi ternyata diajak ke empat kos mereka di Jalan Tambak Mayor. Di tempat inilah, korban digilir oleh  tersangka sambil pesta miras,” terang Aldy di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (15/4).

Aldy yang didampingi Kasubag Humas, AKP Lily Djafar juga mengatakan, sebelum menyetubuhi korban, tersangka sempat mengancam. Korban bahkan turut diajak untuk minum cukrik tapi ditolak. Dari situ enam pemuda beramai-ramai mengerumuni korban untuk melakukan hubungan badan.

“Jadi persetubuhan itu pertama dilakukan sama FRT, kedua ANL dan empat rekannya yang kini dalam pengejaran,” terang Aldy.

Selain digilir, masing-masing tersangka juga berbagi tugas ada bagian memegangi kaki dan tangan korban agar tidak berontak. Dua tersangka  dijerat Pasal 81 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, terkait perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak.(nurqomar)