Monday, 24 September 2018

Dua Perampok Apotik dan Minimarket Dibedil Polisi

Kamis, 16 April 2015 — 20:46 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Dua perampok spesialis minimarket dan apotik ditembak kakinya oleh aparat Resmob Polda Metro Jaya lantaran kabur saat disergap, Rabu (15/4) malam.

Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Didik Sugiarto, mengatakan tersangka  SR, 28, dan FR, 30 masih diperiksa. Tim Opsnal Resmob Polda Metro Jaya pimpinan Kanit V Kompol Handik Zusen kini memburu tujuh anggota komplotan lain yang buron.

Penembakan terhadap SR dan FR berawal dari pengusutan serangkaian kasus perampokan minimarket dan apotik 24 jam di kawasan Jakarta Timur dan Tangerang pada awal April 2015 lalu. “Dalam satu malam komplotan ini bisa merampok tiga minimarket,” kata Didik, Kamis (16/4).

Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi, penyidik menduga serangkaian perampokan itu dilakukan komplotan yang sama. “Karena modusnya serupa,” ungkap Didik.

Modus pelaku, jelas Didik, yakni sebelum beraksi mereka menyisir lokasi yang menjadi sasaran. Ketika situasi sepi, mereka masuk dan mengancam karyawan dengan senjata api. “Begitu masuk, menutup rolling door. Mengancam penjaga, dan mengambil uang di brankas serta barang-barang,” ungkapnya.

APOTIK

Tersangka  SR  disergap  dari daerah Lampung. Sementara satu pelaku lain, FR, disegap di Kampung Kemiri, Tangerang, Banten.

Selain minimarket, kawanan ini juga mengincar apotik yang beroperasi 24 jam  untuk dirampok. Seperti menimpa sebuah Apotek K24, di Jalan KH. Hasyim Azhari, Poris Plawad Utara, Cipondoh, Tangerang pada 13 Januari 2015.

Dalam aksinya di apotik tersebut, kawanan  garong bersenjata api ini menggasak uang Rp14 juta usai mengikat dan menyekap pegawai apotik.  “Kami masih memburu sejumlah anggota komplotan lainnya,”.
Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP, dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (yahya)