Tuesday, 17 September 2019

Warga Tangsel Keluhkan Banyak Saluran Air dan Jalan Rusak

Kamis, 16 April 2015 — 9:59 WIB
Foto-Genangan air usai hujan di Jl. Raya Musyawarah, Pamulang. (anton)

Foto-Genangan air usai hujan di Jl. Raya Musyawarah, Pamulang. (anton)

CIPUTAT (Pos Kota) – Warga dan pemakai kendaraan di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) minta penangganan dan perbaikan saluran air atau drainase di beberapa jalan utama serta protokol secepatnya dilakukan. Pasalnya, banyak saluran air rusak parah hingga membuat badan jalan rusak parah dan membahayakan pemakai kendaraan.

“Penangganan atau perbaikan jalan utama, protokol maupun lingkungan hendaknya diikuti dengan perbaikan saluran air atau drainase di kanan atau kiri jalan,” kata Ny. Iwan, warga Ciputat.

Upaya perbaikann atau penataan saluran air selama ini dinilai ‘jeblok’ karena saat hujan beberapa ruas jalan malah tergenang air luapan dari saluran air yang tersumbat atau penuh lumpur hingga membuat badan jalan yang ada rusak parah atau berlubang hingga membahayakan pemakai kendaraan.

Menurut dia, tak hanya membahayakan pemakai kendaraan sepeda motor saja badan jalan yang rusak akibat tergerus air dari saluran air tapi juga menambah kesemrawutan serta antrean kendaraan saat hujan.

“Pengendara yang melintas kebanyakan takut mobilnya terperosok di badan jalan yang rusak parah karena tertutup genangan air,” tuturnya seperti di Jl. Raya Musyawarah, Kel. Ciputat.

Hal senada dikatakan Nanang, warga Pondok cabe, yang ‘miris’ melihat sejumlah jalan berlubang atau rusak parah akibat tak berfungsinya saluran air yang ada. Beberapa ruas jalan di kawasan Ciputat seperti Jl. Raya Arya Putera, Siliwangi, Jl. Raya Parung dekat perempatan Gaplek, Jl. Raya Pondok Cabe, Jl. Raya Siliwangi dan lainnya berlubang.

Kerusakan badan jalan lebih disebabkan karena saluran air tak berfungsi dengan baik sehingga saat hujan air meluap ke badan jalan dan merusak aspal maupun hotmik. “Program perbaikan badan jalan nantinya harus diikuti dengan penataan saluran air agar tak mubazir atau sia-sia dana yang dikeluarkan untuk perbaikan jalan,” katanya.

Kewenangan perbaikan yang kerap di klaim menjadi tanggung jawab Propinsi Banten hendaknya perlu memperhatikan masalah tersebut. Paling tidak jajaran Pemkot Tangsel mengawasi dan memantau pelaksanaan di lapangan sehingga perbaikan tak asal jadi.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany diampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) setempat Retno Prawati, beberapa waktu lalu mengakui bahwa sejumlah jalan yang rusak dan berlubang di wilayah Kota Tangsel menajdi tanggung jawab Propinsi Banten.

“Usulan dan permintaan untuk secepatnya memperbaiki sejumlah jalan yang rusak parah dan dikeluhkan warga Kota Tangsel sudah disampaikan dan tinggal menunggu realisasinya saja,” ujarnya yang juga akan menata ulang keberadaan saluran air dan badan jalan di tujuh kecamatan yang ada.

(anton/sir)

  • Raja Cela

    Airin sejak suaminya masuk bui….perbaikan jalan jd tambah berantakan…apalagi sekitaran pamulang

  • Raja Cela

    Airin sejak suaminya masuk bui….perbaikan jalan jd tambah berantakan…apalagi sekitaran pamulang

    • Vembri Hartanto

      Akibat proyek banyak di korupsi sbg akibat standard kualitas di minimalkan yang berskibat daya tahan gak lama ancur lagi