Monday, 19 November 2018

PNS DKI Agar Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 21 April 2015 — 22:36 WIB
Kakanwil BPJS DKI Jakarta, Rizani Usman. (tri)

Kakanwil BPJS DKI Jakarta, Rizani Usman. (tri)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 81.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diharapkan sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebelum 1 Juli 2015.

Kepala kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Rizani Usman mengatakan, pada 1 Juli 2015 BPJS Ketenagakerjaan mulai beroperasi penuh dengan empat program perlindungan dasar. Keempat program perlindungan tersebut adalah Jaminan kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian, JK, Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

“Grand Launcing BPJS Ketenagakerjaan ini akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Juni 2015 di Cilacap, Jawa Tengah,” jelas Rizani saat memaparkan kinerja triwulan BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Selasa (21/4).

Rizani berharap, dengan masuknya PNS Pemprov DKI Jakarta sebagai peserta, dapat mendorong peningkatan kepesertaan perusahaan-perusahaan swasta di Jakarta.

“Kami sudah bertemu dan berrbicara dengan Gubernur DKI Jakarta Ahok. Mudah-mudahan sebelum 1 Juli, seluruh PNS DKI Jakarta sudah terdaftar,” ujar Rizani.

BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, lanjutnya, tahun ini ditargetkan menambah peserta aktif sebanyak 1,3 juta peserta, dengan penambahan iuaran Rp18 triliun. DKI Jakarta merupakan penyumbang iuran sebesar 43 persen BPJS Ketenagakerjaan.

Rizani yakin, dengan dukungan yang solid dari 17 kantor cabang, target tersebut dapat tercapai. Hingga Maret 2015, untuk program penerima upah ada penambahan 323.602 tenaga kerja dan 4.336 perusahaan. Kepesertaan aktif seluruhnya 3.746.324 TK dan 47.895 perusahaan.

Sementara program bukan penerima upah (informal) ada penambahan 3.602 TK sehingga peserta aktifnya berjumlah 35.884 orang. Dan program jasa konstruksi ada penambahan 1.811 proyek dengan 69.192 TK.

Klaim yang telah dibayarkan sepanjang 3 bulan terakhir ini, Jaminan Kematian 917 kasus dengan nilai Rp41,5 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja 1.791 kasus dengan nilai Rp42,6 miliar dan Jaminan Hari Tua 35.351 kasus sebesar Rp908,34 miliar.

BPJS Ketenagakerjaan, tambah Rizani, juga menambah manfaat program JKK RTW (Ready To Work) atau perawatan hingga sembuh dan siap bekerja kembali bagi peserta yang mengalami kecelakaan fatal hingga cacat.(tri)