Saturday, 23 September 2017

Pemerintah Canangkan Gerakan Deteksi Dini Kanker Serviks

Rabu, 22 April 2015 — 10:02 WIB
Foto-Ilustrasi.

Foto-Ilustrasi.

JAKARTA (Pos Kota)-  Kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi jenis kanker kedua setelah payudara yang banyak ditemukan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan 2015 menunjukkan rata-rata setiap jam jumlah penderita kanker serviks bertambah 2,5 orang dan meninggal 1,1 orang.

Untuk menekan jumlah penderita kanker serviks, pemerintah berupaya melakukan optimalisasi program deteksi dini kanker serviks yang digagas oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja. OASE Kabinet Kerja merupakan sebuah perkumpulan para pendamping menteri dan unsur eksekutif lain yang dipimpin oleh Ibu Iriana Jokowi, yang memiliki serangkaian program untuk mendukung tercapainya nawacita Presiden Jokowi.

Salah satu program yang digalang adalah meningkatkan pelaksanaan pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan di Indonesia mulai tahun 2015 – 2019.

“Tahun lalu, berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan secara nasional, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 68.883 kasus dengan total biaya sekitar Rp 48,2 miliar, sementara di tingkat rawat inap ada 18.092 kasus dengan total biaya sekitar Rp 123,1 miliar,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris melalui siaran persnya dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan Indonesia di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, kemarin.

Adapun upaya yang dilakukan OASE Kabinet Kerja adalah gerakan deteksi dini melalui metode pemeriksaan IVA secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada 21 April 2015. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program OASE Kabinet Kerja tersebut, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan instansi pemerintah dan pihak lainnya telah melakukan pelatihan IVA dan papsmear kepada 2.143 dokter umum dan bidan, serta telah melakukan pemeriksaan IVA kepada 81.001 peserta BPJS Kesehatan dan pemeriksaan papsmear bagi 248.940 peserta. Sebagai tindak lanjut penanganan kanker serviks, bagi peserta BPJS Kesehatan yang positif mengidap kanker serviks disediakan pula layanan krioterapi di fasilitas kesehatan tingkat pertama. (inung/yo)