Tuesday, 12 December 2017

Ada Kali di Kawasan Menteng yang Jadi “Septic Tank” !

Kamis, 23 April 2015 — 19:10 WIB
ilustrasi

ilustrasi

MENTENG (Pos Kota) – Ironis, berada di kawasan ‘ring satu jantungnya Ibukota’ ratusan rumah di Jalan Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat, tak memiliki septic tank hingga pembuangan limbah MCK pun dilakukan ke Kali Keroncong. Akibatnya, lingkungan terlebih kali menjadi kotor dan menimbulkan bau.

“Kalau ditanya sejak kapan, ya mungkin sejak tahun 70-an pertama kali mulai ada pemukiman di sini,” terang Alimin Guchi, Ketua RW10, Kelurahan Menteng, Kamis (23/4). Dan dirinya, pun membenarkan hampir seluruh warga yang memiliki tempat tinggal di wilayah tersebut pembuangan kotorannya langsung ke Kali Kroncong.

Menurut Alimin, kawasan yang padat serta tidak adanya lahan memadai menjadikan alasan utama warga langsung membuang kotorannya ke kali. “Kalau pun dipaksakan bikin septic tack seperti saya ini, berdampak pada air bersih yang mengalir ke rumah jadi ikut kotor dan berbau. Hingga dalam tiga hari sekali bak harus dibersihkan,” ungkapnya.

Kali Jadi Septic Tank2
Kali Keroncong yang ada di Menteng, dijadikan tempat penyaluran pembuangan kotoran dari rumah warga. (deny)

Pantauan di lokasi, ratusan pipa pembuangan kotoran dari rumah-rumah warga terlihat langsung tersalur ke Kali Keroncong. Sehingga, kali pun menjadi menjijikan lantaran dipenuhi dengan kotoran terlebih pada pagi hari dan pada saat air dangkal kali pun menimbulkan bau sangat tidak sedap.

TIDAK ADA ANGGARAN

Sementara itu, Camat Menteng, Lilik Yuli Handayani, mengatakan tepatnya sekitar 240 rumah di Menteng Tenggulun dengan meliputi 3 RW tidak memiliki septic tank. “Kondisi seperti ini memang ironis, dan pemerintah pun tidak memiliki anggaran untuk pengadaan Septic tank,” ungkapnya di dampingi Lurah Menteng, Agus Sulaeman.

Namun sebagai solusinya, sambung Lilik, jajarannya pun telah menggandeng pihak swasta melalui program CSR untuk membuatkan septic tank komunal. “Untuk tempatnya sendiri nanti di jalan-jalan kecil yang ada, dan diharapkan pihak swasta menyanggupinya,” ucap mantan Camat Cempaka Putih tersebut. (deny/d)