Thursday, 23 November 2017

Kasus Suap Anak Buah Mega

KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Tanah Laut

Kamis, 23 April 2015 — 9:16 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penggeledahan terkait kasus dugaan suap terhadap anggota Komisi IV DPR fraksi PDI Perjuangan, Adriansyah.

Penggeledahan dilakukan di rumah dinas dan kantor Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, serta kantor Dinas Pertambangan Kalsel.

“Kemarin, Selasa, ada penggeledahan dari jam 10 pagi sampai 6 sore. Penggeledahan di tiga tempat, yang pertama itu di Dinas Pertambangan Kalsel, kedua di Kantor Bupati Tanah Laut, ketiga di rumah dinas Bupati,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan informasi KPK, Priharsa Nugraha, di kantornya, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/4) malam.

“Ini terkait penyidikan dugaan suap kasus pegusahaan izin di Kabupaten Tanah Laut,” sambungnya.

Dalam penggeledahan itu, penyidik berhasil menemukan dan menyita sejumlah dokumen terkait perizinan yang berhubungan dengan PT Mitra Maju Sukses (MMS). “Dokumen dalam bentuk hardcopy,” ungkapnya.

Priharsa menerangkan ketiga tempat itu digeledah karena diduga ada jejak-jejak atau barang bukti terkait kasus tersebut. “Karena penyidik menduga ada informasi-informasi yang berkaitan untuk pengembangan dan pendalaman penyidikan,” ujarnya.

Meski begitu, terkait penggeledahan di rumah dinas Bupati Tanah Laut, Priharsa mengatakan, bukan berarti sang Bupati, Bambang Alamsyah, yang merupakan putra Adriansyah, berkaitan langsung dengan kasus ini.

“Lokasi sih enggak selalu berkaitan langsung dengan pemilik,” katanya.

Namun, tidak menutup kemungkinan nantinya Bambang akan dipanggil jika penyidik memerlukan keterangan darinya. “Kalau berdasarkan setelah diteliti dokumen-dokumen, kalau ada hal yang perlu dikonfirmasi tentu akan dipanggil,” tuntasnya.

Demikian pula pegawai negeri sipil (PNS) pada Dinas Pertambangan Pemprov Kalsel. Mengingat penggeledahan juga dilakukan di kantornya. “Karena penyitaan dokumen dari kantor Dinas Pertambangan Kalsel, tentu perlu dikonfirmasi,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan Adriansyah bersama Direktur PT MMS, Andrew Hidayat sebagai tersangka, Jumat (10/4). Keduanya diduga melakukan transaksi suap terkait kegiatan usaha PT MMS dan atau grup di wilayah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Penetapan keduanya sebagai tersangka bermula dari kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) penyelidik dan penyidik KPK, Kamis (9/4). Saat itu, KPK menangkap Adriansyah dan seorang anggota Polsek Menteng, Briptu Agung Krisdianto, di sebuah hotel di Sanur, Bali. Briptu Agung merupakan perantara pemberi yang kemudian dianggap sebagai saksi.

Dalam OTT, dari tangan Adriansyah ditemukan barang bukti berupa uang di dalam amplop coklat berjumlah 44 ribu dolar Singapura dan Rp55,850 juta. Uang tersebut diduga pemberian Andrew Hidayat sebagai pelicin guna memuluskan kegiatan usaha PT MMS di Kabupaten Tanah Laut.

Setelah membekuk Adriansyah dan Briptu Agung di Bali, penyidik kemudian menangkap Andrew di lobi sebuah hotel di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Kini, Andrew sudah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK, dan Adriansyah dititipkan penyidik di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan.
(yulian/sir)