Thursday, 27 July 2017

Iman Lemah Ditambah Himpitan Ekonomi Persubur Radikalisme

Jumat, 24 April 2015 — 20:35 WIB
Tantowi Yahya di hadapan ratusan Pelajar Madrasah Aliyah Negeri 12, Kosambi Cengkareng, Jakarta Barat,

Tantowi Yahya di hadapan ratusan Pelajar Madrasah Aliyah Negeri 12, Kosambi Cengkareng, Jakarta Barat,

JAKARTA (Pos Kota) – Generasi muda memiliki peranan penting melawan radikalisme yang muncul di Indonesia yang bila dibiarkan akan mengoyak keutuhan  kehidupan berbangsa dan negara.

Demikian Anggota DPR RI , Tantowi Yahya di hadapan ratusan Pelajar Madrasah Aliyah Negeri 12, Kosambi Cengkareng, Jakarta Barat, saat menggelar Sosialisasi 4 Konsensus Kehidupan Berbangsa dan Bernegara sebagai reses pertamanya di Masa Sidang III, Jumat (24/4/2015).

“Paham radikalisme yang sekarang sedang top itu adalah ISIS. ISIS ini hanya salah satu paham saja, sebelumnya ada paham-paham lain yang berkembang,”ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR ini,  paham-paham ini masuk ke Indonesia karena beberapa faktor diantaranya, minimnya pengetahuan masyarakat  sehingga ketika paham radikalisme tersebut datang mereka menelanya mentah-mentah.

“Pembawa paham ini sengaja memilih orang-orang yang yang minim pengetahuan, karena mudah dimasuki paham nya.Jadi, paham tersebut begitu mudah masuk, karena ketahanan kita rentan karena pengetahuan yang minim,” jelasnya.

Faktor lainnya, yang mendorong radikalisme masuk dan berkembang karena memiliki keimanan yang lemah. Kata, Tantowii, iman yang lemah akan mudah dan cepat sekali dimasuki paham-paham baru.

“Faktor lainnya yaitu,himpitan ekonomi, ketika ada sekelompok masyarakat itu susah, kerjaan tidak  jelas, tiba-tiba ada orang yang menawarkan sesuatu padahal orang itu tahu salah, tapi karena miskin maka mereka masa bodoh, yang penting uang.

“Inilah yang terjadi di ISIS,  di ISIS itu digaji, siapa orang yang gak mau digaji ketika himpitan ekonomi mendera mereka,”ujarnya.

Soal himpitan ekonomi ini, keimanan yang lemah dan pengetahuan yang minim, menurut Tantowi negara harus bertanggungjawab.

“Soal himpitan ekonomi negara harus menyediakan lapangan pkkerjaan sehingga, persoalan himpitan ekonomi tidak lagi menjadi alasan bagi seseorang untuk menganut paham radikalisme dan mau melakukan apa saja demi,” tegasnya.

Lebih jauh, Tantowi mengingatkan kembali bahwa tugas generasi muda adalah, memperkuat  iman, memperbanyak ilmu pengetahuan, di dalam sekolah maupun diluar sekolah.

“Masuklah organisasi yang bisa mencerdaskan dan memperluas jaringan kita. Jangan masuk organisasi yang gak jelas, karena banyak sekali organisasi-organisasi tanpa nama tapi angnya banyak,” katanya.(rizal)