Wednesday, 19 September 2018

Mengencani Bini Tetangga, Kapak pun Mampir Kepala

Sabtu, 25 April 2015 — 6:01 WIB
DK April 25

CIUMAN mendarat ke bibir, asyik memang. Tapi jika kemudian kapak menyusul mendarat ke kepala, apa nikmatnya? Itulah resiko yang dialami Amran, 37, dari Garut (Jabar). Malam-malam mengencani bini tetangga, ketahuan suami Asminah, 30. Langsung dibabat kapak. Engkus, 34, kabur dan Amran masuk RS.

Rumput tetangga selalu nampak lebih hijau, itu terjadi di mana-mana. Biar rumput tetangga hanya jenis teki, tapi karena di kebun orang, nampaknya lebih syedap. Beda dengan rumput sendiri, meski jenis gajah yang lezat bagi lidah sapi, karena sudah terlalu sering menikmati, jadi tidak menggairahkan lagi.

Begitulah analogikisah perselingkuhan Amran warga Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Sebetulnya istri dia lebih cantik ketimbang Asminah bini Engkus. Cuma karena statusnya barang baru dan lebih muda, Amran sangat bernafsu untuk menjajalnya. Jajal segala, memangnya sepeda motor? Ya bukan sih, tapi bagi Amran, Asminah memang layak dikendarai, dan irit bensin lagi.

Namanya tetangga dekat rumah, sehingga sepak terjang Asminah sehari-hari dia sering memergoki meski tanpa CCTV. Berbagai cara dilakukan untuk mengintipnya. Tapi ternyata tidak mudah. Saat nyapu halaman misalnya, dia selalu menutupi belahan dadanya pakai tangan kiri. Saat dudu santai pun, paha kanan selaku ditumpangkan ke paha kiri. Jadi Asminah memang pandai mengamankan “aset” miliknya.

Tapi Amran tidak kehilangan akal. Jurus-jurus baru diterapkan, sehingga pada akhirnya Asminah lalu membuka diri untuknya. Misalnya, ketika di SMS mau menjawab dan ketika diajak ngobrol lewat telpon juga menanggapi. Bahkan saat diajak SMS yang nakal, Asminah juga menanggapi.

“Alah, omong doang. Memangnya situ berani,” tantang Asminah dalam SMS-nya.

Entah ditantang apa, yang jelas keduanya menjadi semakin akrab. Sampai kemudian Engkus sekali waktu menegur istrinya, kenapa kok akrab banget sama si Amran. Jawab Asminah, sama tetangga kan wajar bergaul akrab. Tapi batin Engkus mengatakan, “Lama-lama kamu digauli juga.”

Kok seperti omongan wali, hal itu belakangan menjadi kenyataan. Soalnya di kala suami tak di rumah, diam-diam Asminah memasukkan Amran ke kamarnya. Mereka pun kemudian berhubungan intim bak suami istri. Oo, rupanya yang dinamakan “berani” oleh Asminah tersebut ternyata soal begituan.

Entah sudah berapa kali Amran berhasil mengencani, tidak ada jurnalnya. Tapi yang pasti, kini Engkus suka mengamat-amati gerak gerik istrinya. Maka seperti yang terjadi beberapa hari lalu, saat pulang tengah malam dia memergoki istrinya tengah melayani bersetubuh Amran. Langsung Engkus ambil kapak dan digetokkan ke kepala Amran yang sedang sibuk.

Tak menduga ada kapak mampir kepala, kontan Amran terkulai di atas perut Asminah. Tidak sampai mati memang, tapi warga jadi geger, rame-rame membawa lelaki celamitan itu ke RS Hasan Sadikin, Bandung. Sedangkan Engkus kini masih dalam pencarian polisi, sebab setelah mengampak tetangganya dia langsung kabur.

Kalau main hakim sendiri, nanti hakim beneran kerjanya apa? (Gunarso TS)

  • KAPAK

    KENAPA GAK DI MAMPUSIN AJA TUH LAKI2 ABIS ITUKAN DI KAPAK SAMA MALAIKAT DI KUBURAN… KLO LAKI2 ITU MATI BIAR PUN DI PENJARA HATI TENANG….

    • aboy

      yup bener banget tuh… mampusin aja…!!

  • aboy

    gorok aja lehernya biar mampus sekalian… !!!!!

  • Acay Neo

    Istrinya aja tuh clamitan,….

  • Eddy Setiabudi Wijaya

    HARUSNYA ORANG GITU DIPUKUL BERKALI2 AMPE HANCUR OTAKNYA ,karena memang gak punya OTAK.

    KLO LAKI2 ITU MATI BIAR PUN DI PENJARA HATI TENANG…ITU BETUL

  • Lilin Juita

    ke dua”anya harusnya di kapak bukn cm lakinya ja tpi perempuanya gatal tu sekalian