Tuesday, 18 September 2018

Batik Belum Sepenuhnya Jadi Benda Seni

Minggu, 26 April 2015 — 7:46 WIB
Foto- Direktur Galeri Apik Rahmat saat menunjukkan koleksi batik berusia puluhan tahun. (inung)

Foto- Direktur Galeri Apik Rahmat saat menunjukkan koleksi batik berusia puluhan tahun. (inung)

JAKARTA (Pos Kota)- Batik masih belum sepenuhnya dipandang sebagai barang seni dan potensi investasi. Batik sejauh ini masih ditempatkan sebagai kain materi untuk membuat baju. Padahal batik corak tertentu kini semakin langka dan sulit didapatkan.

“Saking langkanya, banyak kolektor asing yang kini sudah berburu batik Indonesia utamanya batik tulis,” jelas Direktur Galeri Apik Rahmat dalam pembukaan pameran bertajuk “Small Bites” di Galeri Apik, Plaza Radio Dalam 3A, Jakarta. Pameran yang menampilkan 30-an koleksi batik berusia antara 80-95 tahun.

Rahmat mengakui bahwa semakin langka kain batik, maka harganya akan semakin mahal. Dan untuk mengoleksi batik langka tersebut acapkali para kolektor termasuk kolektor asing asal Jepang, Australia, Singapura dan malaysia bergerilya hingga ke pelosok kampung.

“Di sana mereka bisa membeli batik langka dengan harga yang sangat murah,” tambahnya.

Menurut Rahmat kain batik dan tenun adalah bagian dari karya seni, budaya dan desain tradisi. Keduanya harus dilestarikan dan ditempatkan sebagai benda seni sama halnya dengan lukisan. Dan ini menjadi tantangan kita untuk membawa batik ke tingkat internasional terutama paska pengakuan UNESCO yang menyatakan batik adalah warisan Indonesia.

Selain memamerkan batik, dalam event ke-43 nya kali ini galeri Apik juga menampilkan seni lukis, kain tenun berusia 50 tahun lebih dan kebaya antik.

Beberapa karya seni lukis yang dipamerkan antara lain karya Popo Iskandar, Nashar, Gerard Pieter Adolfs, Sunaryo, Made Wianta, Willem Gerard Hofker, Rustamadji, Arie Smit, Leo Eland, HAL Wichers, Willem Imandt, Rudolf Bonnet, Lee Man Fong dan Soedibio.

Sementara kain yang dipamerkan adalah kebaya antik, kain tenun wastra nusantara berusia 40 tahun lebih, dan koleksi batik-batik tua berusia 80 tahun lebih dari kawasan atau daerah perancang terkenal zaman itu. Usia batik yang dipamerkan tertua berusia 95 tahun, yaitu jenis batik tulis asli Oey Soe Tjoen dan Kopi Tutung.
(inung/sir)