Monday, 27 May 2019

Penghuni Apartemen Curigai Jaringan Prostitusi Masih Ada

Minggu, 26 April 2015 — 21:09 WIB
ilustrasi

ilustrasi

PANCORAN (Pos Kota) – Pasca penggrebekan prostitusi esek-esek di apartemen oleh petugas Polda Metro Jaya, dua apartemen yang dijadikan tempat prostitusi yakni unit nomor 05C‎T di Tower J dan unit nomor 08AU di Tower H, Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, dijaga beberapa satpam. Minggu (26/4).

Terungkapnya jaringan prostitusi membuat penghuni jengkel. Mereka mencurigai jaringan prostitusi ada di semua tower. Apartemen itu terdiri dari 18 tower yang dihuni sedikitnya 13.000 orang.

Umi Hanik, juru bicara Komunitas Warga Kalibata City, mengatakan tindak kriminal dan prostitusi sudah diketahui warga. Namun, ketika dilaporkan tidak mendapatkan respon dari pengelola.

Menurut dia yang paling bertanggungjawab atas kejadian itu adalah pengelola Kalibata City. “Warga Tower Herbras sangat aktif dan kritis. Sangat aneh jika pihak pengelola tidak mampu mengendus jaringan prostitusi yang sudah menggurita,” katanya dalam siaran pers.

Sebelumnya terungkap, beberapa praktek prostitusi dengan modus tertentu sudah sejak lama ada di Apartemen Kalibata City. Mulai dari pijat, spa, salon, dan lain-lain. Karenanya, warga menduga ada komersialisasi kartu akses sakti yang bisa dipakai untuk seluruh tower dan seluruh lantai.

“Warga selalu menemukan brosur esek-esek bermodus pijat hampir tiap hari di pintu-pintu,” ungkapnya.

Ia meminta aparat terkait segera memberantas jaringan prostitusi atau tindakan kriminal di kawasan itu. Ia juga minta agar kasus diusut tuntas hingga bisa diketahui penanggung jawabnya.

“Kami warga Kalibata City tak mau lingkungan kami jadi tidak aman karena reputasi negatif yang dibuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya. (adji)