Friday, 20 September 2019

Bisa Jadi, Golkar Cuma jadi Penonton Pilkada Serentak

Senin, 27 April 2015 — 6:40 WIB

TAHAPAN pendaftaran calon untuk Pilkada Serentak Desember 2015 dibuka 26-28 Juli. Bisa jadi Partai Golkar cuma akan menjadi penonton, gara-gara DPP-nya terus sibuk bertikai. Baik kubu Agung Laksono maupun Aburizal Bakrie mengklaim pihaknya yang berhak ikut Pilkada. Padahal KPU sudah menegaskan, bila keduanya tidak segera islah, tidak bisa mengajukan calon. Si calon pun akan mikir dua kali, takut tak laku karena rakyat juga membenci parpol yang terus berkelahi.

Ketika Menkumham Yasonna Laoly mengesahkan DPP Golkar produk Munas Ancol, kubu Agung Laksono mengklaim pihaknya yang berhak ikut Pilkada Serentak bulan Desember mendatang. Tapi begitu putusan sela PTUN mengharuskan Menkumham menunda pemberlakuan keputusannya, gantian kubu Aburizal Bakrie yang di atas angin, karena PTUN menilai kepengurusan Golkar kembali ke hasil Munas Riau 2009. Itu artinya pihaknyalah yang berhak mengajukan calon untuk Pilkada Serentak.

Menkumham Yasonna Laoly konon juga sudah mengesahkan hasil Munas Riau tersebut, sehingga kubu Aburizal merasa paling berhak ikut Pilkada. Tapi sebaliknya kubu Agung tetap yakin pihaknya yang berhak, karena bukti hitam putih atas pengesahan kembali Munas Riau juga belum ada.

Naga-naganya, sampai masa pendaftaran calon peserta Pilkada oleh parpol selesai 28 Juli mendatang, Golkar kubu Ical-Agung terus bertikai. Padahal KPU sudah mengancam, jika tak mau islah atau bikin nota kesepakatan yang diteken Menkumham, Golkar tidak bisa ajukan calon-calonnya dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015. Keduanya hanya bakal jadi penonton, duduk di barisan paling depan  sambil makan kacang kulit.

Tapi sesungguhnya, kader Golkar yang akan maju pilkada juga mikir dua kali pakai kendaraan politik Golkar. Siapapun yang diakui KPU, ketika pilkada digelar calon yang didukung Golkar tetap tidak laku. Soalnya rakyat sudah muak kepada parpol yang kerjanya berkelahi terus. Untuk memberi pelajaran dan hukuman, calon yang didukung Golkar tidak akan dipilih. Dan ini semua akibat dosa-dosa politik Aburizal Bakrie, karena sudah gagal memimpin Golkar dan gagal nyapres, kok terus ngotot mau jadi Ketum Golkar dua priode. – gunarso ts

  • Pengamat

    Cepat2lah lompat ke PBB udah ditunggu nih..ama Yusril.
    Siapa tau melalui PBB bisa jadi Wali Kota ; Bupati bahkan Gubernur.