Tuesday, 13 November 2018

Korupsi Rp 201 Juta, Polisi Divonis 3 Tahun Penjara

Senin, 27 April 2015 — 19:41 WIB
Ilustrasi majelis hakim. (ist)

Ilustrasi majelis hakim. (ist)

MEDAN (Pos Kota) – Majelis hakim yang diketuai Marsuddin, menjatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap Brigadir Polisi Arnold Handayani karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi saat menjabat Kepala Urusan Keuangan Polres Nias Selatan, Sumut.

Menurut hakim Pengadilan Tipikor  Medan, bintara polisi itu dinyatakan  melanggar Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001.

Arnold dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan  menggelapkan tunjangan dana kerja untuk 256 anggota Polri dan PNS di Polres Nias Selatan pada  2014. Akibat perbuatannya negara mengalami kerugian Rp 201 juta lebih.

“Terdakwa Arnold Handayani telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Marsuddin.

Selain hukuman penjara, Arnold juga didenda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 131 juta di luar Rp 70 juta yang telah dikembalikannya.

Jika tidak  sanggup membayar uang pengganti, harta benda Arnold  akan disita dan dilelang. Apabila hasil lelang tidak mencukupi untuk mengganti kerugian negara, maka dia dipidana  4 bulan penjara.

Putusan majelis hakim lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa yakni 4 tahun penjara. (samosir)