Friday, 18 August 2017

Andi Mallarangeng Dipindah ke Lapas Sukamiskin

Selasa, 28 April 2015 — 19:41 WIB
Andi Mallarangeng

Andi Mallarangeng

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alifian Mallarangeng dari Rumah Tahanan (Rutan) gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/4).

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Prharsa Nugraha menjelaskan, eksekusi dilakukan karena vonis terhadap Andi sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Selain  Andi, eksekusi juga dilakukan terhadap mantan Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mokhamad Noor, dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Mulya.

“Hari ini dilakukan eksekusi pada tiga tahanan yang putusannya telah berkekuatan hukum tetap, mereka adalah Andi Mallarangeng, Teuku Bagus, dan Budi Mulya,” katanya, di gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/4).

Menurut Priharsa, eksekusi sudah dilakukan sejak pukul 16:00. Seperti halnya Andi Mallarangeng, Budi Mulya juga sebelumnya ditahan di Rutan gedung KPK. Sedangkan, Teuku Bagus sebelumnya ditahan di Rutan Salemba. “Dari sini berangkat jam 4 (sore) untuk dieksekusi ke Lapas Sukamiskin,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, vonis terhadap Andi Mallarangeng, yakni pidana 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta dinyatakan inkracht setelah kasasi yang diajukannya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait proyek Hambalang.

Demikian pula Teuku Bagus yang juga tersangkut kasus Hambalang, pengajuan kasasinya pun ditolak. Dia divonis pidana 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta.

Sedangkan Budi Mulya selaku terdakwa tindak pidana korupsi dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, hukumannya diperberat MA menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 8 bulan kurungan. Pengajuan kasasinya juga ditolak MA. (yulian)