Monday, 24 September 2018

Pak Guru yang Hamili, Pak Guru yang Ingkari

Selasa, 28 April 2015 — 6:02 WIB
Dia April 28

SEBAGAI pendidik, pak guru selalu mengajari muridnya untuk belajar tanggungjawab. Tapi Sumadi, 40, Kepsek SMP swasta di Cirebon justru sebaliknya. Dia yang meniduri Siti, 16, muridnya sendiri. Tapi giliran hamil bukannya mau bertanggungjawab, tapi justru dikeluarkan dari sekolah, hingga tak bisa mengikuti Unas.

Pepatah lama mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Tapi bagaimana jika Pak Guru malah “kencing enak” pada murid sendiri? Yang lari bukan pula sang murid, tapi justru pak guru sendiri. Ini semua bisa terjadi gara-gara Pak Guru sudah lari dari stigma lama. Mestinya guru itu bisa digugu dan ditiru, yang terjadi justru tiap hari Minggu berbuat saru!

Dalam usia baru 40 tahun Sumadi sudah terpilih menjadi Kepala Sekolah di SMP swasta. Tapi Kepsek dalam usia muda itu jutru mengundang bahaya. Soalnya kepsek model Sumadi ini tak bisa tahan melihat jidat cewek yang licin. Bayangkan, pada murid sendiri yang baru berusia 15 tahun, mentang-mentang si anak cantik, dia bisa timbul nafsu dan langsung berubah ukuran celananya.

Padahal usia Siti yang jadi muridnya tersebut, sama dan sepantar dengan anak sendiri di rumah. Makanya, kok ya kolu-kolunya itu lho. Mestinya saat mau berbuat langsung teringat anak di rumah, sehingga aksi keji itu tidak sampai berlangsung.

Tapi yang namanya setan, untuk hal-hal yang menuju kerusakan selalu tampil di depan dan siap membantu. Tapi ya bantuan yang berupa semangat dan motivasi, bukan batuan keuangan. Soalnya setan memang tidak punya uang. Jenis setan yang banyak duit namanya: thuyul.

Begitulah yang terjadi. Sebagai Kepala Sekolah Sumadi memang tidak mengajar. Tapi sebagai Kepsek dia bisa akses kepada murid siapa saja, termasuk murid kelas III yang cantik. Karena seringnya dipanggil yang konon uruaan sekolah, lama-lama jadi akrab dan tak keberatan diajak jalan ke mana.

Di sinilah Pak Guru itu jadi bermakna hari Minggu berbuat saru. Sebab sekali waktu Sumadi berhasil membujuk Siti untuk mau diajak hubungan intim bak suami istri. Dan sekali berhasil, ke sononya akan menjadi mudah. Tapi ya itu tadi, mudah digauli tapi Siti mudah pula hamil. Nah, Pak Guru mulai kelabakan.

Dia bukannya bertanggungjawab, tapi mengeluarkan Siti dari sekolah. Alasannya hamil, sok suci dia memang. Padahal dia hamil atas perbuatannya. Akibat dikeluarkan dari sekolah, Siti jadi pemurung. Orangtuanya jadi curiga. Begitu ditanyai macam-macam, akhirnya mengakulah bla bla bla…….! Tentu saja orangtuanya tak terima dan dilaporkan ke polisi.

Ini namanya lempar batu sembunyi tangan! (Gunarso TS)

  • aboy

    kebiri aja tua bangka kaya gtu mah…setelah di kebiri arak keliling kampung dengan telanjang… biar semua orang tau… contoh guru cabul…!!!

  • kirman

    Kasih hukuman yang setimpal biar kapok karena merusak masa depan anak, dan mudah-mudahan juga di keluarkan dari sekolah

  • adam bahtiar

    Dasar kepsek otak bokep, sekalian anjing di hamil pak…potong aja burungnya

  • Wagiono Gion

    Ki Hajar Dewantoro sngt sedih lihat klaukan oknum……tsb.