Tuesday, 25 September 2018

Demi Hidupi Anak, Janda Jual Ganja

Kamis, 30 April 2015 — 16:31 WIB
Kasat Narkoba Polres Metro Jakbar, AKBP Pahrulian Sinaga dan jajarannya tengah  memperlihatkan barang bukti ganja yang berhasil diamankan. (tarta)

Kasat Narkoba Polres Metro Jakbar, AKBP Pahrulian Sinaga dan jajarannya tengah memperlihatkan barang bukti ganja yang berhasil diamankan. (tarta)

SLIPI (Pos Kota) – Terdesak kebutuhan hidup SN, 40, janda beranak lima nekat menjual ganja. Namun aksinya menjual barang haram tersebut harus berakhir di balik jeruji besi. Setelah aparat Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat (Jakbar) meringkusnya beserta  barang bukti empat kilogram ganja di rumahnya Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Kamis (30/4) dinihari.

Tersangka SN, mengaku jual ganja guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi anak pertamanya saat ini tengah membutuhkan biaya untuk sekolah. “  Sudah empat bulan saya menjual ganja.  Saya terpaksa melakukan ini demi anak, “ ucapnya lirih.

Wanita warga Kelurahan Kapuk, Cengkareng ini menjual ganja kepada siapa saja yang membutuhkan, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga pengangguran. “Kalau ada yang beli langsung menghubungi saya. Ada yang membeli ngakunya buat pengobatan. Tapi saya nga tahu pengobatan apa?” jelasnya.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Parulian Sinaga menjelaskan terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat tentang adanya transaksi narkoba. “Pihak kepolisian langsung mengembangkan dan berhasil mengungkapnya, serta mengamankan SN dari rumahnya,” jelasnya.

Ditambahkan, selama seminggu terakhir Satnarkoba Jakbar berhasil mengungkap 30 kasus narkoba dengan total 40 tersangka dan mengamankan 7 kilogram ganja serta 57 gram. “Pengedar kecil dan besar, kami sikat semua. Beberapa kasus masih dalam pengembangan,” tegas Pahrulian Sinaga.

Para tersangka dijerat dengan pasal 114 dan 142 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkoba yang ancaman hukumannya minimal 6 tahun penjara dan masikmal hukuman mati. (tarta)

  • berpikir panjang

    Duh,tertangkap tangan 4 kg..berat kasusnya…terancam hukuman maksimal..