Tuesday, 25 September 2018

Warga Geger, Mayat Ditemukan membusuk di Rumah Kontrakan

Kamis, 30 April 2015 — 13:23 WIB
Ketua RT Abdullah, menunjukan lokasi penemuan salah satu warganya yang mengontrak sudah meninggal. Sekarang petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi. (Angga)

Ketua RT Abdullah, menunjukan lokasi penemuan salah satu warganya yang mengontrak sudah meninggal. Sekarang petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Warga digemparkan dengan penemuan sosok jasad yang sudah membusuk dalam kamar kontrakan di Gang Madu, RT. 005/04, Kel. Serua, Kec. Bojong Sari, Kota Depok, Kamis (30/4) sekitar pukul 08:00 wib.

Diketahui jasad itu bernama M. Santoso, 56, pedagang bingkai foto, ditemukan sudah membusuk dengan keadaan badan posisi terlentang di tempat tidur. Warga yang sebelumnya menyangka tercium seperti bau bangkai tikus.

Menurut Ketua RT setempat, Abdullah,49, korban merupakan pindahan dari RT.2/4. Lalu pindah ke kontrakan yang sekarang di tempat kontrakan Mak Lam. “Korban tinggal sendiri baru lima hari dikontrakan yang baru tersebut. Ketiga anaknya berada di jakarta, serta istrinya pulang kampung ke Wonosobo, Jawa Tengah, untuk berobat,”ujarnya kepada Pos Kota di lokasi kejadian.

Abdullah mengatakan pertama kali warga mencium seperti bau bangkai tikus. Setelah ditelusuri bau tersebut mengarah ke dalam kamar kontrakan korban. “Kontrakan korban penuh dengan lalat. Warga yang curiga langsung membuka paksa pintu yang terkunci dari dalam, dengan menjebol jendela depan untuk bisa masuk ke dalam,”katanya.

Pada saat ditemukan, posisi korban terlentang di atas kasus dengan mengenakan kaos putih, celana training hijau dan ditutupi selimut.

“Kita kaget setelah tahu korban keadaan sudah membusuk. Tidak lama kemudian istri korban Sakida,40, datang ke lokasi dan langsung melaporkan ke Polsek Sawangan,”ungkapnya.

Sementara Kapolsek Sawangan, Kompol Saderi mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan sewaktu petugas identifikasi Polres memeriksa jasad korban.

“Tidak ada tanda kekerasan. Kita menduga korban meninggal akibat sakit. Hal itu diperkuat dari keterangan istri korban bahwa sudah mengidap penyakit Liver sudah bertahun-tahun. Walau sudah coba diobati namun tidak kunjung sembuh,”katanya.

Sehari-hari korban bekerja sebagai pedagang bingkai foto. “Karena istri korban tidak mau diotopsi dan juga tidak ada tanda kekerasan. Sekarang jenasah dibawa ke RS. Fatmawati,”demikian. “Rencana pihak keluarga korban akan menguburkan ke kampung halamannya di daerah Wonosobo.”

(angga/M2/sir)