Saturday, 20 October 2018

Capai Rp3.759 Triliun

Fuad Bawazier: Utang Luar Negeri Indonesia Dalam Posisi Kritis

Jumat, 1 Mei 2015 — 11:33 WIB
*ist

*ist

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menilai posisi utang luar negeri Indonesia sudah dalam keadaan lampu merah, alias kritis.

“Inilah salah satu faktor rupiah kita terus melemah terhadap dolar AS. Rupiah akan semakin lemah ketika utang tersebut masuk jatuh tempo,” tutur Fuad yang dihubungi,  di Jakarta, Jumat (1/5).

Seperti diketahui, data terbaru BI mencatat posisi utang luar negeri per kuartal keempat tahun 2014 mencapai  293,7 miliar dolar AS atau setara Rp3.759 triliun (dihitung dengan kurs Rp 12.800 per dolar).
I
Ia mengatakan utang terbesar Indonesia dilakukan swasta. “Namun tetap menjadi beban pemerintah karena posisi utang tersebut akan mempengaruhi perekonomian nasional,” terang Fuad.

Menurut Fuad, sekarang ini mulai dirasakan perlambatan ekonomi nasional. Dampaknya cukup besar dengan adanya perlambatan perekonomian nasional, salah satunya, daya beli masyarakat juga akan berkurang.  “Banyak usaha-usaha yang tutup karena sepinya pembeli,” tambah Fuad.

Kembali kepada persoalan utang luar negeri , lanjut Fuad, terjadi karena defisit anggaran yang terus membesar, di mana impor kita lebih besar daripada ekspor. Sebab barang-barang Indonesia tidak bisa bersaing dengan barang-barang luar negeri.

“Karenanya pemerintah agar bisa meningkatkan ekspor. Selain itu, mendorong modal asing untuk menanamkan uangnya di Indonesia. Namun, memang ada berbagai kendala dalam menarik investor,” terang Fuad.

Kendala itu, menurut Fuad, persoalan infrastruktur Indonesia yang tidak menjadi daya tarik investor di Indonesia, begitu juga persoalan perizinan untuk usaha mereka. “Jadi pemerintah jangan banyak berwacana saja, karena yang penting langkah konkretnya,” Fuad menandaskan. (johara/yo)

  • warga jak

    Pak fuad, serem amat ya utang nya. Emasnya abis hutannys abis lautnya abis eeeeeee tinggal pulaunya. Laku ngaknye ?????????

  • aboy

    lagian rakus amat sih ama utang…!!!

  • Adaapa Kisanak

    Bagaimana swasta egk ngutang..buat modal usaha bung>harga produsen tinggi konsumennya pada kabur.
    Menurut Fuad, sekarang ini mulai dirasakan perlambatan ekonomi nasional. Dampaknya cukup besar dengan adanya perlambatan perekonomian nasional, salah satunya, daya beli masyarakat juga akan berkurang. “Banyak usaha-usaha yang tutup karena sepinya pembeli,” tambah Fuad.
    Daya beli masyarakat berkurang, biaya transport naik semua harga pada mahal pak mentri..
    Kembali kepada persoalan utang luar negeri , lanjut Fuad, terjadi karena defisit anggaran yang terus membesar, di mana impor kita lebih besar daripada ekspor. Sebab barang-barang Indonesia tidak bisa bersaing dengan barang-barang luar negeri.bagaimana mau bersaing pak mentri,pemerintah kurang mempromosikan produk-produk dalam negeri,,bahan baku nya dipermudah,,agar tidak impor,,sarana jalan dibenahi agar tranportasi hilir mudik tidak tersendat..
    Kendala itu, menurut Fuad, persoalan infrastruktur Indonesia yang tidak menjadi daya tarik investor di Indonesia, begitu juga persoalan perizinan untuk usaha mereka. “Jadi pemerintah jangan banyak berwacana saja, karena yang penting langkah konkretnya,” Fuad
    Pak mentri ini tidak konkret ucapannya..kendala trus yg di ucapkn…ayo kerja-kerja-kerja..kasih masukan sma teman-temannya dalam pemerintahan