Tuesday, 23 May 2017

Lima Tahun ke Depan Awal Puasa dan Idul Fitri Serentak

Minggu, 3 Mei 2015 — 22:08 WIB
Ramadhan

JAKARTA (Pos Kota) -Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan 1 Ramadan jatuh pada Kamis 18 Juni 2015. Penetapan berdasarkan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1436 Hijriyah.
Ketua PP Muhammadiyah Muhyiddin Junaedi yang dihubungi, Minggu malam (3/5) menyatakan, lima tahun ke depan dari mulai 2015-2020, sebagian besar umat Islam, baik Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam akan melaksanakan awal Ramadhan dan awal Syawal (Idul Fitri) serempak.

“Jadi Muhammadiyah dan NU serta Ormas Islam lainnya telah mengadakan pertemuan sebelumnya yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang membahas penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal,” tutur Muhyiddin.

Dalam pertemuan tersebut, papar Muhyiddin, Ormas Islam baik yang menggunakan perhitungan hisab maupun rukyat, termasuk dari sudut ilmu astronomi telah disepakati, bahwa lima tahun ke depan sebagian besar akan melaksanakan awal Ramadhan dan awal Syawal serempak, tidak ada perbedaan lagi.

“Perbedaan yang akan terjadi hanya dalam penetapan 10 Dzulhijjah, atau Lebaran haji yang kemungkinan akan mengalami perbedaan dalam perayaannya,” papar Mahyiddin.

Saat ditanya apakah Ormas Islam tetap akan mengikuti Sidang Isbat yang akan digelar Kementerian Agama meskipun telah disepakati pelaksanaan awal Ramadhan dan awal Syawal serempak ?, Mahyiddin menjawab Sidang Isbat tetap digelar.

Menurut dia, sidang tersebut sifatnya hanya pemberitahuan pemerintah kepada umat Islam tanda dimulainya awal Ramadhan dan awal Syawal.

Keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Kamis 18 Juni 2015, tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah bernomor 01/MLM/I.0/E/2015 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawwal dan Dzulhijjah 1436 H. Malumat ditandatangani Ketua Umum Prof Dr H M Din Syamsuddin, MA dan Sekretaris Umum Dr H Agung Danarto. (Johara/d)

  • aboy

    alangkah indahnya kebersamaan dalam Ridho-Nya… kalaupun ada perbedaan dalam menentukan awal ramadhan sy pikir itu kan mereka ada dasar hukumnya. yang salah itu yang mengaku umat muslim tapi tidak puasa…