Tuesday, 18 September 2018

Pertumbuhan Ekonomi Melemah, Sofyan Djalil Tak Mau Disalahkan

Selasa, 5 Mei 2015 — 17:38 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Dibilang tim ekonomi pemerintahan Joko Widodo lemah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menolak disebut penyebabnya. Sebab itu terjadi di luar kontrol pemerintah.

“Ekonomi melambat kita tidak bisa berbuat apa-apa karena terjadi di luar kontrol pemerintah,” tutur Sofyan, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (5/5).

Menurut dia, persoalan yang dalam kontrol pemerintah, ok, tidak ada masalah. Namun ini ada persoalan di luar kontrol pemerintah, misalnya, melemah (ekonomi) dari internasional, termasuk melemahnya permintaan komoditas.

“Yang berada dalam kontrol pemerintah tidak masalah, misalnya, percepatan realisasi berbagai proyek,” tutur Sofyan.

Ia juga mengakui melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya tumbuh 4,7 persen, atau melambat dibandingkan dengan sebelumnya yang berada di level 5 persen.

“Melambatnya ekonomi mengancam target pertumbuhan ekonomi sesuai APBN-P 2015 sebesar 5,7 persen. Namun, kami tetap optimis target pertumbuhan ekonomi 5,7 persen tahun ini masih bisa tercapai,” papar Sofyan.

Sofyan menjelaskan, pertumbuhan ekonomi 5,7 persen dapat dicapai dengan melihat anggaran pemerintah pada kuartal II-2015 sudah mulai cair, sehingga beberapa proyek pemerintah sudah bisa jalan. (Johara)

  • Yayan Sofyan

    Untung aku gak memilih dia ………………… jadi ya EGP yg penting bisa makan saja gak mungkin mikir tabungan atau investasi karena kondisi semakin terpuruh setelah subsidi BBM dihapus.