Sunday, 19 November 2017

Terdakwa bom Boston menangis dalam persidangan

Selasa, 5 Mei 2015 — 9:45 WIB
Foto-Kuasa Dzhokhar Tsarnaev telah mengaku perannya dalam bom Boston, tapi karena paksaan kakaknya.

Foto-Kuasa Dzhokhar Tsarnaev telah mengaku perannya dalam bom Boston, tapi karena paksaan kakaknya.

Terdakwa kasus bom Maraton Boston Dzhokhar Tsarnaev menangis dalam persidangan ketika keluarganya meminta kepada para juri untuk menyelamatkan hidupnya.

Tsarnaev, yang selama persidangan menjaga sikapnya, tampak luluh ketika mendengarkan seorang bibinya memberikan kesaksian pada Senin (04/05).

Juri yang akan memutuskan apakah pria berusia 21 tahun ini dikenakan hukuman mati atas perannya membawa bom dengan saudaranya atau penjara seumur hidup.

Tiga orang tewas dalam peristiwa tersebut dan 264 orang lainnya terluka pada ledakan April 2013.
Bibi Tsarnaev, Patimat Suleimanova, menangis dan hanya dapat menjawab beberapa pertanyaan dasar tentang Tsarnaev.

Hakim George O’Toole Jr menyarankan Suleimanova untuk turun dari kursi saksi untuk menenangkan dirinya, Tsarnaev pun menghapus air mata dengan tisu ketika menyaksikan peristiwa itu .

Kuasa Dzhokhar Tsarnaev telah mengaku perannya dalam bom Boston, tapi karena paksaan kakaknya.
Kuasa hukumnya mengaku Tsarnaev memainkan peran dalam serangan tersebut, tetapi atas paksaan kakak laki-lakinya Tamerlan.

Tamerlan Tsarnaev tewas ditembak ketika polisi mengepung tempat persembunyiaannya setelah ledakan bom terjadi.

Lima anggota keluarga – tiga sepupu dan dua bibi – menjadi saksi pada Senin (04/05). Keluarga mengatakan tidak pernah bertemu dengan Dzhokhar Tsarnaev sejak dia pindah dari Chechnya ke AS pada usia delapan tahun.
Seorang sepupunya mengatakan kepada pengadilan bahwa Tsarnaev merupakan seorang anak yang lembut dan pernah menangis ketika menonton film The Lion King.(bbc)