Saturday, 22 September 2018

Yang Diperiksa H. Lulung, Anggota DPRD Ikut Bingung

Selasa, 5 Mei 2015 — 6:13 WIB

HAJI Lulung diyakini tak pernah nonton wayang kulit Jawa, tiba-tiba diperiksa polisi 8 jam nonstop. Apa nggak gempor? Tapi begitulah perjalanan nasib Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu. Diyakini pula dia tak terlibat mark up anggaran UPS dari Rp 100 juta menjadi Rp 5,8 miliar per unit, tapi dari keterangannya pula bisa saja menyeret tersangka yang lain. Karenanya kini para anggota DPRD DKI jadi ikut bingung dan gelisah, jangan-jangan Haji Lulung gigit sana gigit sini.

Berkat kejelian dan keberanian Gubernur Ahok, mark APBD DKI 2014 berhasil dibongkar. Dari penyelidikan polisi, akhirnya Alex Usman pejabat Pemkot Jakarta Barat ditahan, karena terlibat korupsi 25 paket Uninterruptible Power Supply (UPS) senilai Rp 300 miliar dengan kerugian Negara sekitar Rp 50 miliar. Untuk pendalaman lebih lanjut, Haji Lulung Cs-nya M. Taufik dalam memusuhi Ahok, telah diperiksa polisi selama 8 jam.

Apakah Haji Lulung bakal naik status jadi tersangka? Rasanya tidak. Bagaimana mau korupsi dana UPS, wong menyebut perangkat computer itu saja kepleset melulu, dari UPS menjadi USB. Tapi kok Haji Lulung kaya raya? Oo, itu kan karena politisi PPP itu punya bisnis di seputar Tanah Abang.

Yang jelas, mendengar Haji Lulung diperiksa selama 8 jam, para politisi Kebon Sirih banyak yang bingung sekaligus panas dingin. Itu baru Haji Lulung yang ditampilkan. Bila Ahok yang giliran jadi saksi, makin ciut nyali para anggota DPRD itu. Sebab Ahok yang senang ceplas-ceplos, bukan tidak mungkin di depan polisi akan menelanjangi langsung siapa saja oknum DPRD yang bermain.

Jika pejabat lain mungkin masih akan menutup-nutupi teman, karena dia sendiri juga ikut bermain. Kalau Ahok, nggak ada urusan dengan teman-teman atau anak buah, karena dia sendiri bersih, sehingga tidak akan tersandera. Siapa saja yang maling anggaran Negara, harus dikirim ke LP Cipinang. Itu masih mending, karena mestinya dikirim ke Nusakambangan dan didor di malam dinihari. – gunarso ts

  • Front Pembela Rakyat

    HUKUM MATI OKNUM YANG TERLIBAT KORUPSI…….BERSIHKAN PEJABAT DKI DARI KORUPSI……

  • uist Ling Lung

    Namanya Dewan Perwakilan Rakyat,apa rakyat suka/senang korupsi? kok diwakili?
    Pantesan pada berebut menjadi anggota DPR,cari duit gampang dengan atas nama rakyat.

  • haryo

    Indonesia msh jd surgax koruptor….korupsi sekian milyar cm dapat berapa thn bui n masih bisa cengengesan..seakan bangga jd koruptor.coba eksekusi mati diterapkan bagi koruptor seperyi di china…