Thursday, 20 July 2017

Pengojek Mencari Nafkah Dituduh Begal Bekas Istri Orang

Sabtu, 9 Mei 2015 — 22:29 WIB

JIKA Tukiran, 45, sering memboncengkan Maryati, 40, itu murni urusan mencari nafkah. Tapi bekas suami salah paham, dikiranya Tukiran mau begal bekas istrinya. Paling celaka, tanpa pakai klarifikasi langsung saja main bacok. Keruan saja kepala Tukiran somplak, untung tidak sampai wasalam.

Perceraian kadang bukan maunya dua orang, tapi sekedar aksi sepihak. Misalnya, istri sudah muak pada suami, sehingga meskipun suami masih mencintai, dia gugat cerai ke Pengadilan Agama. Yang begini ini sering menyebabkan mantan  suami selalu berpegang pada ”filosopi” srabi kecemplung kalen,  timbang rabi aluwung balen (ketimbang kawin lagi lebih baik rujuk saja).

Pengalaman ini menimpa keluarga Maryati – Pujono, 45, dari  Desa Sanganom Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan (Jatim). Sudah beberapa waktu lamanya pasangan suami istri ini dilanda kemelut. Maryati sudah  merasa bosan pada Pujono, karena sekian tahun jadi pengangguran. Lelaki cap apa ini orang. Kerjanya di rumah hanya petentang-petenteng sementara istri kerja banting tulang, jualan di pasar.

Diapun menggugat cerai ke Pengadilan Agama, dan dikabulkan. Pujono yang masih mencintai istri, tentu saja tidak iklas menyandang status duda-nya. Maka diapun bertekad, cepat atau lambat Maryati harus bisa dikuasai lagi. Dia tak mau Maryati sampai berpindah tangan kepihak lain. Maklum, bekas istrinya itu memang masih cantik, sehingga banyak yang nguber.

Belakangan Maryati sering diboncengkan Tukiran. Kontan cemburu Pujono terbakar. Setiap ketemu dan diajak rujuk tidak mau, bahkan ketika bekas suami ini menuduh sudah punya gebedan barum jawabnya sengkring sekali. “Suka-suka saya dong. Mau kawin sama siapapun, itu hak prerogratif saya.” Nah, gara-gara itu Pujono jadi yakin bahwa Maryati sudah kecantol tukang ojek.

Sekarang yang jadi kambing hitam Tukiran. Saat ketemu pengojek ini momong cucu langsung saja dibabat clurit, tanpa bertanya dulu duduk dan berdirinya persoalan. Ketika Pujono kembali menuduh telah membegal bekas istrinya, Tukiran menjelaskan dengan napas terengah-engah. “Aku ini hanya pengojek cari duit, bukan mencari cinta.” Ujarnya di rumah sakit.

Yang mencari cinta sih, Arjuna. (DC/Gunarso TS)

  • aboy

    makanya lo jadi laki sejati… jangan jadi banci..!!! dasar otak udang.. kalo lo bener jadi laki kaga mungkin bini lo minta cerai.. ngaca lo..!! dasar banci..!!!
    hukum nya berlipat tuh memfitnah dan menganiaya dengan senjata tajam.

  • Samsul

    otak di dengkul luh, kenapa tukang ojek yg jadi sasaran…. !