Wednesday, 17 October 2018

Razia Unggas Digelar di Tebet

Minggu, 10 Mei 2015 — 16:49 WIB
Camat Tebet, Mahludin, memegang burung dara milik warga saat razia unggas di permukiman padat penduduk di kawasan Tebet, Jaksel. (rachmi)

Camat Tebet, Mahludin, memegang burung dara milik warga saat razia unggas di permukiman padat penduduk di kawasan Tebet, Jaksel. (rachmi)

TEBET (Pos Kota) – Menghindari jatuhnya korban akibat penyakit flu burung, aparat Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, menggelar razia unggas, Minggu (19/5). Aksi dilakukan bertahap di tujuh kelurahan.

Dalam razia itu, sekitar 80 unggas yang berkeliaran di permukiman warga disita, 25 ayam dan burung dara dipotong serta sejumlah kandang juga diangkut petugas.

“Sebelum razia unggas, kami bergerak di tujuh kelurahan untuk mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2007 tentang Pengendalian Pemeliharan dan Peredaran Unggas di DKI Jakarta,” kata Camat Tebet, Mahludin saat sweeping unggas di RW 05 Kelurahan Kebon Baru, kemarin.

Sesuai Perda tersebut lanjut Mahludin, warga dilarang memelihara unggas pangan antara lain bebek, burung dara dan ayam kampung di kawasan hunian warga untuk mencegah merebaknya penyakit itu. Terlebih jika nekad membiarkan berkeliaran di jalan, unggas akan disita bahkan dipotong.

Saat sweeping di RW 05 Kebon Baru, Mahludin dibantu puluhan petugas dari jajaran Muspika yakni Koramil dan Polsek Tebet menyisir permukiman warga dengan prioritas kawasan rentan unggas peliharaan.

“Dari sweeping di Kebon Baru, kami menyita 25 ayam dan burung dara. Serta memotong 10 ayam kampung yang sakit untuk mencegah flu burung,” ujarnya.

Ia mengultimatum warga yang unggasnya disita untuk segera mengurus sertifikasi unggas jika tidak unggas kesayangannya akan dimusnahkan.

Sejumlah pemilik begitu mendengar ultimatum tersebut sontak berjanji segera akan mensertifikasi unggas peliharaannya.

“Daripada ayam kesayangan saya ini dipotong mending saya urus aja sertifikasi unggas ke kelurahan,” ucap Miyanto, warga RW 05 Kebon Baru. (rachmi)