Sunday, 24 September 2017

Warga Miskin Meningkat, Pemprov Perbanyak Lapangan Kerja

Rabu, 13 Mei 2015 — 14:14 WIB
Wagub DKI Jakarta, Djarot. (dok)

Wagub DKI Jakarta, Djarot. (dok)

TANAHABANG (Pos Kota) – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta jumlah penduduk miskin di Ibukota mencapai 412.790 orang atau 4,09 persen dari total jumlah penduduk sekitar 10 juta jiwa. Data per September 2014 itu meningkat dibandingkan data setengah tahun sebelumnya yang mencatat  angka kemiskinan sebesar 393.980 orang atau 3,92 persen.

“Oleh karena itu Pemprov DKI akan memperbanyak lapangan kerja agar bisa mengentaskan  warga miskin,” ujar Wagub Djarot Syaiful Hidayat saat membuka acara Sosialisasi Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 di Hotel Millenium, Tanahabang, Jakarta Pusat, Rabu (13/5). Warga yang dikatagorikan miskin ini rata-rata berpenghasilan di bawah Rp2 juta/bulan.

Menurut Djarot, angka kemiskinan juga meningkat dibandingkan dengan data tahun 2013. Angka kemiskinan di DKI per Maret 2013 mencapai 352.960 orang atau 3,55 persen, lalu mengalami peningkatan per September 2013 dengan jumlah 371.700 orang atau 3,72 persen. “Dan kini sudah meningkat jadi sebanyak ini,” kata politisi PDIP.

Untuk mengatasi kemiskinan di Jakarta, kata Djarot, pemprov harus membangun kemandirian individu dalam diri warga Jakarta  dengan membuka lapangan pekerjaan sebanyak mungkin.
“Tujuannya agar warga miskin jangan minta bantuan terus-terusan, namun harus bisa mandiri di kemudian hari,” harap Djarot.

“Kita harus membangun kemandirian individu untuk mencari nafkah. Supaya mereka bisa mencukupi sendiri kebutuhannya,” kata Djarot sambil menambahkan pemerintah juga akan menggelontorkan bantuan modal usaha  bagi warga yang ingin berwirausaha. Selain itu, pemprov juga berkewajiban memberikan perlindungan sosial kepada warga miskin. “Di antaranya adalah program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS),” tambahnya. (joko/yo)