Sunday, 16 December 2018

Semua Pihak Harus Cegah

Kepala BNN: Tiap Hari 50 Orang Mati Karena Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2015 — 10:42 WIB
Foto-Komjen Anang Iskandar.(ist)

Foto-Komjen Anang Iskandar.(ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Harta orang yang berkecimpung dalam peredaraan narkoba seperti kurir, bandar maupun produksi harus disita. Tidak hanya dipenjara, selain itu peredarannya harus dihentikan dengan melibatkan semua unsur.

Ini diungkapkan Kepala Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar dalam diskusi bertajuk ‘Indonesia Darurat Narkoba’ di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5) siang.

Menurut Anang, perampasan harta para bandar narkoba itu berlandaskan UU Narkotika dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Saat ini, belum banyak hakim yang menerapkan hukuman sita harta tersebut.

“Sudah ada, tapi belum banyak sehingga pengedar banyak yang mengedarkan dari penjara. Karena asetnya masih banyak yang tidak dibawa ke pengadilan,” kata jenderal bintang tiga ini.

Bahaya narkoba, dikatakan dia, terlihat dari banyaknya jumlah penyalahguna narkoba yang mencapai 4 juta lebih di seluruh Indonesia. “Setiap harinya ada 30-50 orang meninggal karena narkoba. Bahkan, 50 persen penjara karena kasus narkoba,” tukasnya.

Untuk mencegah peredaran narkoba, semua pihak harus terlibat. Mulai dari keluarga, penegakan hukum hingga proses rehabilitasi. “Bandar narkoba harus dibikin bangkrut, di antaranya melalui TPPU dan rehabilitasi bagi pengguna.” (tiyo)