Saturday, 22 September 2018

Polres Bekasi Kota Sita Ribuan Obat Kadaluarsa

Rabu, 20 Mei 2015 — 20:47 WIB
Polisi tunjukkan obat yang masih dalam kemasan disita dari gudang

Polisi tunjukkan obat yang masih dalam kemasan disita dari gudang

BEKASI (Pos Kota)-Ribuan obat kadaluarsa disita Polres Kota Bekasi dari gudang toko obat di wilayah Proyek, Bekasi Timur, Rabu (20/5).

” Obat-obat tersebut dari berbagai jenis dan  diketahui telah kadaluarsa,” ujar Wakapolres Kota Bekasi, Ajun Komisaris Besar Asep Adi Suheri, Rabu petang.

Penyitaan ini dilakukan berdasarkan laporan  warga wal Mei lalu. Warga mengaku melihat aktifitas pembelian obat dalam jumlah besar yang dilakukan pemilik toko obat. Padahal, warga mengatahui, toko obat tersebut sudah tutup tiga tahun yang lalu.

Usai mendapatkan laporan, polisi  menyelidiki kebenaran laporan tersebut. Akhirnya,  pihaknya langsung menggeledah gudang tersebut. “Memang benar, ribuan obat berbagai merek tersimpan dalam gudang toko obat tersebut,” ujarnya di halaman Mapolres Kota Bekasi.

Menurut Adi, penggeledahan ini dilakukan atas kekhawatiran akan adanya upaya penjualan obat yang telah kadaluarsa tersebut. Sebab, saat digeledah, penyidik menemukan tanggal kadaluarsa pada kemasan obat telah dihapus.

Tidak hanya itu, FM, 57, ikut ditahan. Bersamaan dengan ini, polisi turut mengamankan 240 botol obat batuk cair merek cough, 420 botol obat batuk cair merek Dyphen Hidamine, 900 botol obat sirup antibiotik primadek, 20 strip obat kolestril Gempobrozil, 19 plastik obat alergi merek CTM, 540 box obat darah tinggi merek Catropil, 540 box obat radang Diclofal, 135 box obat diabeters Glibenklamide, 250 box vitamin merek vitaneuron, 20 strip vitamin merek vitarma.

Akibat perlakuannya, FM dijerat dengan pasal 196 undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 Subsider pasal 197 undang-undang RI nomor 36 undang-undang RI tahun 2009, tentang kesengajaan memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau keamanan, khasiat dan manfaat,
dengan ancaman 10 tahun hingga 15 tahun penjara.

Petugas Pelaksana Pengawas Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Muhammad Miftahul mengatakan, peredaran obat kadaluarsa bisa mengancam kesehatan konsumen. Konsumen bisa terkena gangguan pencernaan dan diare.

Seharusnya, obat kadaluarsa harus segera dimusnahkan. Pemusnahannya pun harus memenuhi standarisasi farmasi.

“Ada aturan-aturan yang harus dipenuhi, tidak boleh asal buang. Maka ribuan obat ini akan dimusnahkan masal nanti,” jelasnya. (Saban)