Monday, 19 November 2018

Sering Posting Pasangan di Facebook Pertanda Percaya Diri Rendah

Sabtu, 23 Mei 2015 — 21:45 WIB

LONDON– Orang yang sering mempostingkan pasangan mereka di Facebook memiliki rasa kepercayaan diri yang rendah, demikian hasil penelitian Brunel University London.

Psikolog di Brunel University London mensurvei pengguna Facebook untuk mempelajari kepribadian dan motif yang mempengaruhi topik yang mereka tulis dalam pembaharuan status mereka di Facebook.

Data dikumpulkan dari 555 pengguna Facebook yang mengikuti survei daring untuk mengukur lima kepribadian utama yang disering disebut Model Lima Besar – ekstraversi, kestabilan emosional, keterbukaan
terhadap pengalaman, kemampuan bersepakat, keberhati-hatian – dan juga rasa kepercayaan diri dan narsisme.

Dari penelitian didapat:

– orang dengan kepercayaan diri rendah lebih sering memperbaharui status tentang pasangan romantis mereka.

– orang narsis lebih sering memperbaharui status tentang pencapaian mereka, yang dimotivasi demi   mendapat     perhatian dan pengakuan dari komunitas Facebook. Perbaharuan status ini juga mendapat banyak  “jempol” atau disukai dan komentar, mengindikasikan kemungkinan orang narsis berbohong demi mendapat   perhatian yang diinginkan mereka.

– Orang narsis juga akan lebih sering menulis tentang pola diet dan olahraga rutin mereka, menunjukkan bahwa   mereka menggunakan Facebookuntuk mengumumkan usaha mereka memperbaiki penampilan fisik.

– Orang dengan ciri kepribadian berhati-hati sering memperbaharuistatus tentang anak seseorang.

Dosen psikologi Dr Tara Marshall dari Brunel University London mengatakan, “Sedikit mengejutkan status di Facebook menggambarkan kepribadian orang. Perlu dipahami mengapa orang menulis tentang topik tertentu di Facebook karena tulisan mereka dihargai dengan “jempol” dan komentar. Orang yang mendapat lebih banyak jempol dan komentar cenderung merasa bagian dari kelompok sosial, sedangkan orang yangtidak mendapat jempol atau komentar akan merasa terasingkan.

Walaupun hasil penelitian menunjukkan kesombongan orang narsis mendapat banyak jempol dan komentar, ada kemungkinan teman-teman Facebook mereka diam-diam tidak menyukai keegoisan yang dipamerkan.”

Tim peneliti mengatakan perlu penelitian lebih lanjut untuk mempelajari topik status tertentu, kemungkinan disukainya orang yangmenuliskan status tersebut, dan apakah topik tertentu membuat orang-orang dihapus pertemanannya.(brunel.ac.uk/daus)