Saturday, 18 August 2018

Mengaku Gajinya Suah Cukup

Sipir Penjara Jadi Kurir Shabu Bukan Karena Duit

Sabtu, 23 Mei 2015 — 7:08 WIB
Sindikat narkoba yang dikendalikan penghuni Lapas Banceuy, Bandung ditangkap BNN

Sindikat narkoba yang dikendalikan penghuni Lapas Banceuy, Bandung ditangkap BNN

JAKARTA (Pos Kota) – Kecanduan narkoba, oknum sipir diperalat bandar memasukkan barang laknat ke lapas. Ia dan jaringannya diringkus BNN berikut barang bukti 16,3 kilogram shabu dan 778 butir pil ekstasi.

Jaringan yang beranggota tujuh orang tersebut dikendalikan WN Iran. Tersangka sipir, DR, 22, yang bekerja di Lapas Banceuy, Bandung, jadi kurir napi berinisial AA, 40. Petugas menemukan 1 Kg shabu di kamar asrama yang dihuni DR,  Jumat (22/5) dinihari.

“Tersangka AA memanfaatkan DR untuk menyuplai barang tersebut,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Deddy Fauzi Elhakim, Jumat (22/5) di Gedung BNN. Menurut Deddy, AA yang pernah mendekam di LP Banceuy, menyuruh DR mengambil shabu dari WN Iran, JM.

Atas perintah AA, DR meminta bantuan AI agar dapat menghubungi JM. Sesuai kesepakatan, DR bersama AI bertemu JM di kawasan Atrium Senen, Jakpus. Di sini terjadi transaksi 1 Kg shabu yang diserahkan JM kepada DR. Usai transaksi ketiganya ditangkap.

Petugas langsung menggeledah tempat tinggal JM di Apartemen Mitra Oasis di Jakarta Pusat, dan menemukan 17 bungkus shabu seberat 15,3 Kg.  “Di tempat tinggal DR di Asrama LP Banceuy, ditemukan 778 butir ekstasi dan 15 bungkus shabu seberat 15 gram,” para Deddy.

DR mengaku nekat terlibat dalam jaringan narkoba karena kesal terhadap sistem kerja di lembaga pemasyarakatan yang tak berjalan baik. “Saya terlibat bukan karena uang, tetapi karena sistem LP yang tak baik,” katanya.

Pemuda ini mengaku tak memperoleh upah uang dari AA. Gajinya sebagai sipir masih cukup. “Ini semua yang saya lakukan bukan karena mengejar uang. Saya hanya pengguna narkoba yang butuh barang setiap waktu,” ucapnya yang mengakui ia memang kecanduan. (ifand)