Tuesday, 18 September 2018

Tambang Emas Liar Diurug di Sukabumi

Minggu, 24 Mei 2015 — 20:37 WIB
Tambang ilegal

SUKABUMI (Pos Kota) – Puluhan lubang penambangan emas ilegal di dalam kawasan perkebunan teh di wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi ditutup petugas tim gabungan, Minggu (24/5).

Penutupan tersebut, selain  keberadaan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) juga aktivitas penambangan oleh para gurandil meresahkan warga setempat serta merusak pepohonan milik perkebunan swasta ini.

Petugas gabungan dari Polsek Simpenan, Koramil, dan Satpol PP, langsung melakukan aksi pengurugan  lubang pertambangan emas. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti di lokasi tambang ilegal ini. Barang bukti yang diamankan yaitu, satu unit kendaraan roda dua, 47 karung berisi kandungan emas, mesin diesel, dan 20 batang pohon teh yang rusak.

Kapolsek Simpenan, AKP Enan Supena, menyebutkan, penutupan penambangan liar di Kampung Cijiwa Blok Pal 3, Desa Kertajaya ini, dilatarbelakangi akibat timbulnya kerusakan lingkungan perkebunan dampak dari penggalian tersebut.

“Selama gurandil membuka lobang pertambangan emas, masyarakat cukup resah. Upaya kita ini, untuk menghindari kerusakan lingkungan perkebunan dan masyarakat sekitar yang terdampak. Jelas, kegiatan tambang itu juga sangat membahayakan para penambang,” ujar Enan.

Menurut Enan, galian emas ilegal di wilayah Simpenan tidak hanya di Cijiwa Blok Pal 3, melainkan Cisireum, dan daerah lainnya yang berpotensi menimbulkan kerusakan alam dampak pertambangan liar ini. Namun upaya penutupan pertambangan ilegal di wilayah lainnya, akan dilakukan secara persuasif dengan penambang. Sehingga nantinya tak menuai protes dan perlawanan dari warga.

“Sebelum penutupan, kami berupaya memberikan penyuluhan hukum ke para penambang. Mereka semua menerima dan memahami bahwa pertambangan liar ini bisa berakibat timbulnya kerusakan pada alam serta berurusan dengan hukum,” ungkapnya

Kepala Sapol PP Kabupaten Sukabumi Dadang Eka Widianto menjelaskan, upaya paksa penutupan galian tambang emas ilegal bukan hanya di wilayah Simpenan, namun seperti di Ciemas, dan Waluran pun akan menjadi sasaran aksi penertiban personil Satpol PP.

“Penertiban tambang liar akan terus dilaksanakan. Karena itu, personil Satpol PP di mako kabupaten maupun kecamatan selalu koordinasi dengan aparat kepolisian dan koramil setempat. Sehingga saat terjun ke lokasi penambangan ilegal, kita bersama-sama dan  kompak,” katanya.

Dadang mengungkapkan, para pelaku penambangan emas ilegal ini sesungguhnya bukan warga pribumi, kebanyakan mereka berasal dari Bogor, Tasikmalaya, Banten, dan Ciamis. Penambangan tersebut sangat berpotensi terjadinya bencana longsor hingga menelan korban jiwa. Penutupan tambang liar perlu segera dilakukan untuk mencegah bencana alam.

“Aksi penutupan ini dalam rangka pendataan wilayah. Saya tidak segan-segan, jika ada oknum yang bermain di wilayah itu akan ditindak serta koordinasi dengan Polres Sukabumi. Termasuk penertiban zat kimia yang kerap digunakan para penambang juga menjadi prioritas penindakan,” tegasnya. (sule/d)