Friday, 24 November 2017

Penghuni Rusun Kini Punya Dokter Pribadi

Senin, 25 Mei 2015 — 5:58 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI luncurkan program Ketuk Pintu Layani dengan Hati  di Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (24/5). Penghuni rusun kini memiliki ‘dokter pribadi’ untuk memberikan pelayanan kesehatannya.

Gubernur DKI Jakarta, Ahok  Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi program yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta bersama tim PKK. Menurut orang nomor satu di ibukota ini, tugas seorang pejabat di DKI Jakarta sangat jelas yakni membuat penuh kepala, perut dan dompet rakyat. “Saya nggak mau ada istilah perut penuh dompet kosong. Nggak bisa, harus ketiganya terpenuhi,” ujar Ahok.

Karenanya iapun berkeinginan agar warga yang menghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dapat memiliki layanan dokter pribadi layaknya keluarga berstatus ekonomi menengah ke atas. “Saya beruntung kehidupan ayah cukup sehingga kami bisa memiliki dokter pribadi. Jadi, kalau kami sakit, ayah langsung menelepon dokter dan memeriksa kesehatan kami di rumah. Ini yang saya ingin terapkan juga di Jakarta,” paparnya.

Ia menegaskan, program yang digagas oleh Dinkes DKI Jakarta ini sangat penting. Sebab, urusan kesehatan warga Jakarta dari mulai dalam janin sampai lansia meninggal, akan diurus oleh Pemprov DKI. “Kami ingin 1.250 jiwa diurus 1 dokter dan bidan. Jadi seolah warga punya dokter pribadi Kita nggak mau dengar ada gizi buruk. Orang Jakarta itu banyak yang pintar, yang susah nyari orang kaya-kaya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, berdasarkan data pihaknya telah terjadi peningkatan jumlah warga yang berobat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh wilayah ibu kota pasca diterapkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia mengungkapkan, program ‘Ketuk Pintu Layani dengan Hati’ akan berlangsung hingga 5 Oktober mendatang di seluruh wilayah Jakarta.

“Acara serupa pada hari ini juga digelar di Rusunawa di Tambora, Johar Baru, kampung deret Selatan dan Marunda Jakut. Sehingga, semua akan tercatat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan program kegiatan lainnya dalam rangka peningkatan kesehatan bagi warga Jakarta. Program tersebut di antaranya penyediaan tenaga kesehatan dokter, perawat dan bidan.  “Setiap 1.250 penduduk akan kita berikan 1 dokter, 1 perawat dan 1 bidan. Tujuan program ini agar warga merasa seperti memiliki dokter pribadi,” tandasnya.(guruh)