Monday, 19 November 2018

Habis Gelap, Terbitlah Gelap Juga?

Rabu, 27 Mei 2015 — 5:11 WIB
DK Mei 26

PERSEDIAAN sandang pangan cukup, mudik lancar, nggak macet, aman, nggak ada gangguan, dana cukup, dst. Itu harapan masyarakat menyambut puasa dan lebaran mendatang.

Ya, sekali lagi itu harapan semua orang. Tapi, masyarakat kayaknya masih harus berjuang keras mencapai yang diharapkan itu. Soalnya, lihat saja, sembako kan sudah naik. Harga mahal, kalau barangnya ada dan bagus, bermutu, nggak masalah. Tapi, mahal dan langka? Misalnya soal beras, bahwa produk beras dalam negeri tak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Jadi, apaboleh buat, harus impor.” Boleh saja beras dari luar, tapi mbok ya jangan dicampur plastik, dong?” geram Bang Jalil.

“ Bapak udeh tahu semua serba naik. Nah, sekarang berpikirlah bagaimana caranya Bapak cari tambahan uang belanja. Ya, cari proyek apalah, misalnya?” ujar sang istri yang masih sibuk di dapur.

Bang Jalil diam. Nggak tahu, apakah sedang berpikir atau terkejut mendengar ucapan sang istri. Mancari tambahan, itu kan berarti harus cari ’obyekan’? Lha, saya kan bukan pejabat, bukan anggota DPR yang pada punya proyek?

“Hemm, gimana Pak, udah dapat ide untuk cari tambahan?” tanya sang istri sambil meletakkan kopi hangat di meja dekat sang suami.

“ Masih gelap!” kata Bang Jalil.

“ Kalau pikiran Bapak masih gelap, ya berdoa. Kalau masih belum berhasil, coba Bapak puasa,” kata sang istri.

“ Kalau puasa belum juga berhasil, masih gelap juga?” tanya Bang Jalil pada sang istri sambil menyeruput kopi, yang hangat dan pahit.

Sang istri menghampiri Bang Jalil, dan berbisik di telinganya; “ Gini Pak. Bapak lupa ya, bulan ini kan belum kasih uang listrik. Bayar cepat dong, pasti nanti nggak gelap lagi. Terang benderang!”
Bang Jalil tersenyum kecut, berbarengan listrik di rumahnya padam. Habis pulsanya! – massoes