Tuesday, 11 December 2018

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Bakal Terus Tertekan

Kamis, 4 Juni 2015 — 21:27 WIB
Dolar AS

Dolar AS

JAKARTA (Pos Kota) – Nilai tukar rupiah masih terus mendapat tekanan sepanjang The Fed atau , bank sentral Amerika Serikat, belum menentukan sikapnya soal besaran suku bunga.

“Sampai saat ini The Fed belum bersikap. Tidak jelas sampai kapan. Jadi volabilitas masih terbatas,” kata pengamat ekonomi, Aviliani, ketika dihubungi Pos Kota, terkait menembus nilai tukar rupiah di level Rp13.300/dolar AS, Kamis (4/6).

Sekarang banyak orang lebih memilih reserve. Jika menguntungkan, mereka baru melepas (dolar AS).

Selain faktor ekternal, ia mengungkapkan fundamental ekonomi di dalam negeri lemah. Ini terlihat ekspor menurun. Sebaliknya impor jauh lebih besar.

“Hampir 70 persen, kita impor barang dari luar. Ini tentu membutuhkan dolar AS yang tidak sedikit,” terang mantan komisari Bank BRI ini.

Ditambah lagi jatuh tempo utang luar negeri jangka pendek (2-3 bulan). Sehingga kebutuhan terhadap dolar AS semakin besar lagi.

Untuk itu, ia meminta pemerintah mengambil langkah jangka pendek untuk meredam gejolak nilai tukar ini. Di antaranya memperbaiki ekspor dan mengurangi impor. Ini salah satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah.

“Tugas pemerintah menjaga stabilitas. Jangan biarkan rupiah bergerak liar. Harus ditahan di level Rp12.000-Rp13.000,” jelas Aviliani. (setiawan)