Sunday, 18 November 2018

Sindikat Jual Shabu Lewat Online Dikemas Kopi Dibekuk

Kamis, 4 Juni 2015 — 15:48 WIB
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hengki Haryadi didampingi Kasat Narkoba AKP Victor Daniel Henry Inkiriwang menunjukkan barang bukti sabu via toko online di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hengki Haryadi didampingi Kasat Narkoba AKP Victor Daniel Henry Inkiriwang menunjukkan barang bukti sabu via toko online di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Polres Pelabuhan Tanjung Priok membongkar sindikat narkotika jenis shabu dijual melalui online shop. Dari emoat tersangka, petugas menyita 126 gram sabu dalam 21 paket dalam kemasan kopi bubuk yang disisipkan di dalam barang elektronik ‎yang berukuran kecil seperti remote Televisi dan AC, Charger Handphone saat dijual di online. Keempat tersangka diciduk di tempat persembunyiannya di Kampung Pulau Pandan, Kota Jambi Timur, Provinsi Jambi.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hengki Haryadi, mengatakan modus penjualan shabu secara online ia dapatkan dari informasi warga yang beraktivitas di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Diketahui pelaku yang memiliki account Blezz Shop di Tokopedia.com berinisial ML,35 yang setelah dilacak oleh anggota satuan reserse narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok ternyata berdomisili di daerah Jambi.

“Dalam pelaksanaan aktivitas jual beli narkotika ML menggunakan seorang kurir, yakni RN, 36 yang kita sergap di Kantor JNE Pusat Jambi‎ saat hendak mengirim paket narkoba yang sudah dipesan pembeli,” ujar Hengki, Kamis (4/6).

Menurut Hengki, pelaku hanya menjual narkoba kepada pembeli yang sudah terpercaya (trusted buyer) dan sering bertransaksi dengan pelaku. Salah satu pembelinya yakni AA, 27 dan Suhana, 37, yang bertempat tinggal di Kampung Mangga, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara yang diamankan pada Rabu (20/5) lalu saat sedang pesta narkoba di kediamannya.

Dari pengakuan AA dan Suhana inilah anggota kepolisian berhasil melacak keberadaan ML (pemilik toko online) dan RN (kurir asal narkoba dan pengirim paket)‎. Keduanya diringkus oleh Satres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang terbang langsung ke Jambi pada Senin (25/5) lalu.

Di lokasi petugas menyita empat handphone, tiga tabungan BRI Britama dan Tahapan BCA, dua kartu ATM Paspor BCA atas nama Marvendo Lauren, serta kartu ATM Paspor BCA atas nama Suhana, brankas digital ukuran kecil, 3 alat hisap (bong), dan Laptop, ‎gulung alumunium foil, 21 paket sabu dibungkus dalam kemasan kopi bubuk asli cap nefo. “Selain sabu, dia juga menjual narkoba jenis lainnya seperti Ganja dan Ekstaksi ke 8 kota di 7 provinsi serta sudah 39 kali mengirim paket shabu dengan omzet setiap pengiriman bisa memperoleh uang berkisar Rp 5 hingga Rp 10 juta,” jelas Hengki.

Untuk mengelabui pengendusan anjing pelacak saat barang yang dikirim melalui ekspedisi kilat JNE di bandar udara (jalur udara), ML diketahui mengemas narkotika yang ia kirim dengan disisipkan ke dalam peralatan elektronik ukuran kecil dengan kopi asal Jambi. “Sindikat bandar narkotika yang memasok barang milik pelaku saat ini sedang kita selidiki dan kembangkan bekerja sama dengan Polres Kota Jambi Timur,” ujar Hengki.

Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 junto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara seumur hi‎dup dan denda Rp 10 milyar. (ilham)