Sunday, 23 September 2018

Waduh! Ternyata Terminal Pulogebang Belum Ada Izin

Kamis, 4 Juni 2015 — 6:21 WIB
Trminal Terpadu Puliugebang, Jakarta Timur

Trminal Terpadu Puliugebang, Jakarta Timur

CAKUNG (Pos Kota) – Terkendala izin operasional dari Kementerian Perhubungan, Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, hingga saat ini belum juga diresmikan. Akibatnya, rencana peresmian yang dijadwal sejak Maret 2015 lalu,  hingga kini tak juga kunjung terlaksana.

Peresmian sebelumnya dijadwalkan minggu ketiga bulan Maret, terus mundur dan dijadwalkan ulang pada 6 Mei dan mundur lagi menjadi 15 Mei. Kemudian dari tanggal tersebut mundur kembali dan rencananya diresmikan pada 27 Mei. Hingga terakhir jadwal mundur pada hari ini dan ternyata ditunda lagi meski akan memasuki bulan Juni .

Kasubag Tata Usaha Terminal Pulogebang, Erwansyah mengakui, pihaknya saat ini masih terkendala izin operasional yang belum keluar dari Kementerian Perhubungan. Ia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, izin itu dikeluarkan dari Menteri Perhubungan. “Kami sudah ajukan empat kali tapi sampai sekarang masih diminta untuk disempurnakan lagi,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (3/6).

Menurutnya, hal yang mesti disempurnakan ini adalah mengenai analisis dampak lingkungan (amdal) lalu lintas. Ia berjanji akan segera melengkapi sesuai persyaratan agar bisa selesai sebelum lebaran tahun ini. “Kami maunya juga segera, tapi ada proses administrasii ini. Sebelum Lebaran lah kalau bisa sudah selesai,” ungkapnya.

Kepala Satuan Sarana dan Prasarana Terminal Pulogebang Baihaqi, mengamini kalau belum digunakannya terminal itu karena terkendala izin operasional. Padahal menurutnya, fasilitas di terminal saat ini telah lengkap. “Untuk permasalahan izin, yang mengurus adalah bagian tata usaha,” ujarnya.

Baihaqi juga menyebutkan, terminal yang dibangun dengan biaya sekitar Rp600 miliar ini sudah dilengkapi dengan ruang tunggu penumpang, CCTV, dan ketentuan calo yang tidak bisa lagi masuk ke terminal. “Saat ini kami memang masih menunggu proses lelang oleh Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) untuk pembangunan mall dalam terminal,” ujarnya.

Hanya saja, Baihaqi mengakui, saat ini terminal masih terhambat akses keluar masuk yang belum selesai melalui Tol JORR. “Kalau untuk akses keluar masuk tol itu kewenangan Dinas Bina Marga. Sebab mereka masih terkendala pembebasan lahan di sekitar jalan itu,” katanya.

DUA BULAN 40 PENUMPANG

Selain terkendala izin, keberadaan Terminal Pulogebang juga dikeluhkan sopir bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP). Pasalnya, dalam dua bulan belakangan ini, hanya 40 penumpang yang dilayani oleh bus Harapan Jaya tujuan Solo-Sragen. “Kalau begini terus mau makan apa keluarga kami, penghasilan kami nggak ada sama sekali,” ujar Rudi, 45, sopir bus.

Dikatakan Rudi, seharusnya pemerintah maupun pihak terminal lebih menggiatkan promosi, agar calon penumpang datang ke Terminal Pulogebang. Namun, hingga saat ini tak ada upaya dari pihak terkait untuk melakukan hal tersebut. “Ini yang ada awak terus didorong-dorong untuk pindah ke sini. Tapi penumpangnya nggak ada,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, ia pun meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjaja Purnawa untuk bertindak tegas. Pasalnya, sejak dua bulan lalu pindah ke Terminal Pulogebang, ia tak merasakan banyaknya penumpang. “Apalagi sebentar lagi Lebaran, pemasukan tak ada. Penumpang sepi, kami dikejar-kejar perusahaan,” tuturnya lirih. (Ifand)