Saturday, 20 October 2018

Pemprov DKI Siap Ambil-Alih Pengelolaan TIM

Jumat, 5 Juni 2015 — 16:30 WIB
Gerbang TIM di jalan Cikini Raya, jakarta Pusat (ist)

Gerbang TIM di jalan Cikini Raya, jakarta Pusat (ist)

GAMBIR (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta siap mengambil-alih pengelolaan Taman Ismail Marzuki (TIM).  “Saat ini kami sedang berupaya menyelesaikan masalah dengan pegawai lama dan tengah membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang akan mengelola TIM untuk selanjutnya,” ujar Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balaikota, Gambir, Jumat (5/6).

Sesuai jadual, peralihan pengelolaan itu berlangsung  Minggu 7 Juni 2015. Selama ini, TIM yang merupakan sarana kreativitas seni di Jalan Raya Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, dikelola Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) bermitra dengan  Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Pengurus yang duduk di lembaga  PKJ dan DKJ merupakan masyarakat dan penggiat seni yang dipilih oleh akademisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sesuai dengan kompetensi di bidang masing-masing

Djarot membantah tudingan bahwa pemprov belum siap mengambilalih TIM.  “Kami sangat siap. Tapi ini persoalannya, menyangkut proses rekrutmen pegawai yang akan bekerja di UPT TIM belum selesai. Kita selesaikan ini dulu,” ujar Djarot. Pemprov DKI hingga saat ini masih mengkaji berapa jumlah ideal pegawai UPT TIM.

Selain itu, pemprov  jugan merumuskan besaran pesangon bagi karyawan yang selama ini telah bekerja mengelola sarana tersebut. Alternartifnya a pegawai lama ini diuji lagi untuk direkrut jadi pegawai baru UPT TIM,” ungkapnya sambil menambahkan pihaknya telah menerima data pegawai yang selama ini telah bekerja di TIM.

Djarot menegaskan, pengambilalihan pengelolaan TIM bukan berarti akan terjadi pengekangan terhadap kebebasan berkarya dan berekspresi bagi para seniman. “Justru sebaliknya, kami  memberikan peluang seluas-luasnya bagi seniman untuk berkarya dan mengekspresikan dirinya dalam berseni budaya,” tegasnya.

Ia menuturkan, keberadaan UPT TIM sekadar menyediakan sarana dan prasarana bagi para seniman dan budayawan di Ibukota.

“Para seniman dan budayawan tidak perlu mengurus yang kecil-kecil. Misalnya, kamar mandi bocor, lantai rusak, dan sebagainya. Biar UPT yang menganani semuanya,” tuturnya.  Ia menambahkan, Pemprov DKI juga ingin menseleksi  para pihak yang menggunakan TIM sehingga pentas seni dan budaya yang ditampilkan telah teruji kualitasnya.

Menurutnya,  pentas di TIM itu harus berkualitas, jadi mesti ada seleksi. “TIM yang dibangunan Bang Ali Sadikin ini sangat terkenal di Tanah Air. Ismail Marzuki itu seniman besar. Jadi, TIM harus menunjukkan kelasnya sebagai ajang kreativitas seniman besar,” tandas Djarot. (Joko)

  • Mangap

    semoga makin banyak hiburan yang berkualitas. dan seniman lebih kreatif lagi